Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategy for Management and Monitoring of Groundwater Quality in Oilcontaminated Soil Recovery Areas in Siak Regency, Riau Province Setiawan, Khairi; Amin, Bintal; Wawan, Wawan
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i3.2278

Abstract

Groundwater is an essential natural resource that supports ecological balance and human life; however, it is highly vulnerable to contamination from industrial activities, particularly oil and gas operations. Oil spills can cause significant environmental degradation, affecting soil quality, groundwater systems, and the socio-economic conditions of surrounding communities. This study aims to analyze the impact of oil contamination and to formulate strategies for managing and monitoring groundwater quality in the oil-contaminated soil recovery area at PKM 15,800 Lukut, Siak Regency, Riau Province. The research was conducted from May to December 2025 using a mixed-methods approach that combines environmental monitoring, laboratory analysis of groundwater samples, field observations, and socio-economic surveys of local communities. Groundwater samples were analyzed for Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) parameters, including short-chain (C6–C9) and long-chain (C10–C36) hydrocarbons. The results show that although traces of TPH were detected during early monitoring, subsequent monitoring indicates that groundwater quality has remained below the established environmental quality standards. Ecologically, the affected area shows signs of ecosystem recovery through the presence of pioneer vegetation and diverse fauna, while socio-economic impacts include reduced oil palm productivity and community concerns regarding environmental safety. The study concludes that groundwater quality in the study area is generally stable after remediation, and that an integrated and proactive strategy—incorporating community participation, institutional support, and continuous environmental monitoring—is essential for sustainable groundwater management and long-term environmental recovery.
Strategi Pengelolaan dan Pemantauan Kualitas Air Tanah pada Area Pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) di Kabupaten Siak, Provinsi Riau Setiawan, Khairi; Amin, Bintal; Wawan
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7684

Abstract

Tumpahan minyak bumi dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang berdampak pada ekosistem, kualitas air tanah, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak tumpahan minyak terhadap aspek ekologi, sosial, dan ekonomi masyarakat, menilai kondisi kualitas air tanah setelah pengangkatan tanah terkontaminasi minyak, serta merumuskan strategi pengelolaan dan pemantauan kualitas air tanah di lokasi PKM 15.800 Lukut, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, penyebaran kuesioner, serta pengambilan sampel air tanah pada sumur pantau untuk analisis parameter Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) fraksi C6–C9 dan C10–C36 di laboratorium. Data sekunder diperoleh melalui studi literatur, dokumen pemantauan lingkungan, dan laporan pemulihan lahan. Analisis data dilakukan secara deskriptif serta menggunakan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengelolaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpahan minyak memberikan dampak terhadap aspek ekologi, sosial, dan ekonomi masyarakat. Secara ekologis terjadi perubahan komposisi vegetasi dan indikasi suksesi ekosistem pada tahap pemulihan. Dari aspek sosial ekonomi, sebagian masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan mengalami penurunan produktivitas dan pendapatan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kualitas air tanah pascapemulihan secara umum berada di bawah baku mutu berdasarkan parameter TPH. Upaya pemulihan yang dilakukan dinilai efektif dalam menurunkan tingkat kontaminasi hidrokarbon pada air tanah. Strategi pengelolaan yang direkomendasikan adalah strategi agresif (Strength–Opportunity) melalui penguatan sistem pemantauan lingkungan, pemanfaatan teknologi monitoring, serta kolaborasi multipihak untuk mendukung pengelolaan kualitas air tanah yang berkelanjutan.