Tendangan sabit merupakan teknik serangan fundamental dalam pencak silat yang menuntut kecepatan tinggi untuk menghasilkan poin dalam pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan resistance band terhadap kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 atlet pencak silat aktif yang terdaftar di Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kebumen, dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=15) dan kelompok kontrol (n=15) menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok eksperimen melaksanakan program latihan resistance band selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu, sedangkan kelompok kontrol tetap melaksanakan latihan konvensional. Instrumen pengukuran kecepatan tendangan sabit menggunakan speed radar gun dan stopwatch digital dengan satuan meter per detik (m/s). Analisis data menggunakan uji t berpasangan (paired t-test) dan uji t independen (independent t-test) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kecepatan tendangan sabit kelompok eksperimen dari rata-rata 6,42 m/s menjadi 7,89 m/s (peningkatan 22,90%), sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 6,38 m/s menjadi 6,71 m/s (peningkatan 5,17%). Uji t independen menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (t=4,823; p=0,000 < 0,05). Disimpulkan bahwa latihan resistance band secara signifikan meningkatkan kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat Kabupaten Kebumen. Implikasi penelitian ini mendukung penggunaan resistance band sebagai media latihan berbasis beban tambahan yang praktis dan efektif dalam program pelatihan pencak silat.