Patty, Febby
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Reinterpretasi Mandat Ekologis: Analisis Hermeneutik Norman C. Habel terhadap Krisis Tambang Nikel Pulau Gag Berhitu, Meldy; Fransinopik, James; Lilipory, Anna; Patty, Febby
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 8 (2025): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i8.3879

Abstract

Krisis ekologi global saat ini mencerminkan keterputusan spiritual manusia dari mandat Allah, yang termanifestasi dalam pola pikir antroposentris. Fenomena ini terlihat nyata di Pulau Gag, Raja Ampat, di mana aktivitas pertambangan nikel oleh PT Gag Nikel dan perusahaan lainnya telah menyebabkan deforestasi pesisir, sedimentasi terumbu karang, dan penurunan kualitas air laut yang mengancam mata pencaharian masyarakat lokal. Meskipun studi terdahulu telah membahas sinergi iman dan tradisi lokal, kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan sinkretis enam prinsip hermeneutik Norman C. Habel untuk mengekstraksi “suara bumi” secara spesifik dari teks biblika guna menggugat kebijakan ekstraktif nikel di Pulau Gag. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi landasan teologis ekologis Kristen melalui metode kualitatif studi pustaka terhadap teks Kejadian 1:28, Marmur 104, dan Kolose 1:15-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah kabasy dan rada dalam Kejadian 1:28 seharusnya dimaknai sebagai tanggung jawab pemeliharaan, bukan legitimasi eksploitasi. Mazmur 104 menegaskan ketergantungan seluruh ciptaan pada Allah, sementara Kolose 1:15–20 menempatkan Kristus sebagai pusat kosmos yang mendamaikan seluruh alam semesta. Simpulan penelitian mendesak transformasi misi gereja dari “jiwa-sentris” ke “kosmos-sentris” dengan implikasi kebijakan praktis berupa desakan moratorium izin tambang di pulau-pulau kecil serta audit independen terhadap AMDAL di Raja Ampat sebagai wujud aksi profetis nyata.