Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEARIFAN LOKAL NGUKUIH HAJAT SEBAGAI INSTRUMEN KONSERVASI HUTAN DAN LINGKUNGAN: STUDI PADA JALUR PENDAKIAN GUNUNG BUKIT RAYA VIA DESA RANTAU MALAM, KALIMANTAN BARAT UKM IMPA Akasia FH- UNEJ; Ahmat Nasihin; M. Alfridho
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1349

Abstract

Pendakian Gunung Bukit Raya melalui Via Desa Rantau Malam merupakan salah satu jalur pendakian yang masih mempertahankan tradisi adat dalam hal interaksi antara manusia dan alam. Salah satu ritual adat tersebut adalah ritual adat Ngukuih Hajat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ritual dalam membentuk sikap pendaki serta kontribusinya terhadap kelestarian hutan di kawasan pendakian. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan delapan narasumber (tokoh adat, pemuda adat, pendaki, dan pihak Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya), serta dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Ngukuih Hajat berfungsi sebagai instrumen pengendalian sosial yang membuat pendaki yang menghormati alam dan menjaga perilaku selama melakukan pendakian. Selain itu, ritual ini juga berkontribusi dalam kelestarian kawasan hutan di jalur pendakian. Hutan di sekitar kawasan tercatat masih terjaga dengan baik, minim kerusakan, dan bebas dari sampah. Penelitian ini menegaskan bahwa hubungan antara ritual adat dan aktivitas pendakian dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam melindungi ekosistem hutan.
KEARIFAN LOKAL NGUKUIH HAJAT SEBAGAI INSTRUMEN KONSERVASI HUTAN DAN LINGKUNGAN: STUDI PADA JALUR PENDAKIAN GUNUNG BUKIT RAYA VIA DESA RANTAU MALAM, KALIMANTAN BARAT UKM IMPA Akasia FH- UNEJ; Ahmat Nasihin; M. Alfridho
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1349

Abstract

Pendakian Gunung Bukit Raya melalui Via Desa Rantau Malam merupakan salah satu jalur pendakian yang masih mempertahankan tradisi adat dalam hal interaksi antara manusia dan alam. Salah satu ritual adat tersebut adalah ritual adat Ngukuih Hajat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ritual dalam membentuk sikap pendaki serta kontribusinya terhadap kelestarian hutan di kawasan pendakian. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan delapan narasumber (tokoh adat, pemuda adat, pendaki, dan pihak Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya), serta dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Ngukuih Hajat berfungsi sebagai instrumen pengendalian sosial yang membuat pendaki yang menghormati alam dan menjaga perilaku selama melakukan pendakian. Selain itu, ritual ini juga berkontribusi dalam kelestarian kawasan hutan di jalur pendakian. Hutan di sekitar kawasan tercatat masih terjaga dengan baik, minim kerusakan, dan bebas dari sampah. Penelitian ini menegaskan bahwa hubungan antara ritual adat dan aktivitas pendakian dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam melindungi ekosistem hutan.