This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR PENENTU NILAI PASAR KENDARAAN RODA EMPAT BEKAS: PENDEKATAN HEDONIC PRICING MODEL PADA SEGMEN MPV DAN SUV DI INDONESIA Saefuddin Baharsyah
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 03 Maret (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan roda empat bekas merupakan salah satu objek penilaian yang paling sering dihadapi oleh penilai dalam praktik sehari-hari, khususnya dalam konteks agunan kredit kendaraan bermotor. Namun, metodologi penilaian kendaraan bekas di Indonesia masih sangat bergantung pada pendekatan intuitif dan daftar harga pasar yang diterbitkan oleh pihak ketiga, tanpa landasan statistik yang memadai. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan mengaplikasikan hedonic pricing model (HPM) pada segmen MPV (Multi-Purpose Vehicle) dan SUV (Sport Utility Vehicle) yang merupakan dua segmen terpopuler di pasar kendaraan bekas Indonesia. Data dikumpulkan dari platform OLX Autos (www.olx.co.id) pada periode Januari 2025, menghasilkan 150 observasi yang valid dari empat merek terlaris: Toyota, Honda, Mitsubishi, dan Daihatsu. Model regresi OLS semilog menguji pengaruh tujuh variabel independen: usia kendaraan, jarak tempuh (odometer), kapasitas mesin, transmisi (dummy), merek (dummy), kondisi ketersediaan dokumen lengkap (dummy), dan riwayat servis (dummy). Hasil estimasi menunjukkan R² = 0,803, dengan usia kendaraan dan jarak tempuh menjadi prediktor penurunan nilai terkuat. Setiap tahun penambahan usia dikaitkan dengan penurunan nilai rata-rata 7,2%, sedangkan setiap 10.000 km jarak tempuh tambahan berkaitan dengan penurunan 3,1%. Transmisi otomatis membawa premium rata-rata 8,7% dibanding transmisi manual. Temuan yang tidak terduga: kelengkapan dokumen kendaraan memiliki koefisien yang lebih besar dari kapasitas mesin, mengindikasikan bahwa kepastian legal lebih dihargai pasar daripada aspek teknis dalam segmen ini. Implikasi hasil penelitian ini relevan bagi penilai, perbankan, dan perusahaan pembiayaan dalam menyusun model penilaian kendaraan yang lebih terstruktur dan dapat dipertahankan.