Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassochepalum crepidioides (Benth) S Moore) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PENYEBAB JERAWAT SECARA IN-VITRO Sianturi, Yohana Melani; Nasution2, Muhammad Yusuf
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.19618

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan masalah kulit yang terjadi akibat aktivitas bakteri seperti Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Penggunaan antibiotik jangka panjang dapat memicu resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif alami yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sintrong (Crassocephalum crepidioides) dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, mengetahui konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri, serta mengetahui kandungan metabolit sekundernya dengan metode GC-MS. Penelitian ini dilakukan secara in vitro dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%, menggunakan clindamycin sebagai kontrol positif dan DMSO 0,1% sebagai kontrol negatif, serta analisis senyawa metabolit sekunder menggunakan GC-MS. Hasil menunjukkan aktivitas antibakteri meningkat seiring kenaikan konsentrasi, dengan zona hambat pada 20% sebesar 1,27 mm; 1,55 mm; 1,53 mm (resisten), konsentrasi 40% sebesar 1,60 mm; 2,93 mm; 2,24 mm (resisten), konsentrasi 60% sebesar 2,57 mm; 5,03 mm; 4,56 mm (lemah), konsentrasi 80% sebesar 13,65 mm; 8,51 mm; 5,97 mm (resisten), dan konsentrasi 100% sebesar 17,77 mm; 8,99 mm; 7,39 mm (sedang dan kuat). Clindamycin menghasilkan zona hambat 9,99 mm; 25,70 mm; 12,99 mm (resisten dan kuat). Analisis GC-MS mengidentifikasi enam senyawa metabolit sekunder berpotensi antibakteri dan antioksidan, yaitu Butanal, 2-methyl-, Anisole, 1,2-Cyclopentanedione, 4H-Pyran-4-one (2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-), Catechol, dan 4-Vinylbenzene-1,2-diol. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sintrong memiliki aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 100% sebagai yang paling efektif dengan enam senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai antibakteri dan antioksidan. Kata kunci : Jerawat, Crassocephalum crepidioides, aktivitas antibakteri, bakteri penyebab jerawat, GC-MS.