Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERI-URBAN AREA IDENTIFICATION WITHIN THE KAWASAN PERKOTAAN YOGYAKARTA Hidayat, Fathiyah Rahmi; Keliwar, Khairi Ahza Hail; Muhammad, Ummu Kultsum; Pramita, Juwita
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i4.2131

Abstract

The expansion of urban functions fosters the creation of new activity centers beyond existing built-up areas, thereby transforming rural landscapes into semi-urban zones. Driven by rapid globalization, technological advancements, and population growth within urban areas, peri-urbanization—as a manifestation of urban expansion—has become an inevitable phenomenon. This phenomenon is evident in the Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY), which administratively encompasses three jurisdictions: Yogyakarta City as the urban core, along with portions of Sleman and Bantul Regencies. Currently, the trajectory of urban sprawl is shifting southward toward Bantul Regency. This study aims to delineate the peri-urban zones within the Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY). This research employs a quantitative approach utilizing Geographic Information System (GIS)-based spatial analysis. Regional clustering was performed using the k-means algorithm based on four primary variables: percentage of built-up land, net population density, percentage of non-agricultural households, and availability of public facilities. The results indicate that peri-urban areas in the KPY are no longer confined by administrative boundaries but have significantly expanded southward into Bantul Regency. The study classifies the region into four distinct zones: (1) urban core, (2) urban fringe, (3) peri-urban, and (4) rural. These findings indicate a substantial transformation of agricultural land into non-agricultural use within the peri-urban zone. Consequently, this study recommends the integration of cross-regional spatial planning policies within the KPY to control land conversion and ensure sustainable development in these transitional areas.
Transformasi Lingkungan Menuju Kawasan Informatif melalui Pemetaan dan Diseminasi Spasial di Rukun Tetangga (RT) 35 Karang Joang Keliwar, Khairi Ahza Hail; Muhammad, Ummu Kultsum; Sahdian, Iitra Achbar; Nafi’ah, Alya Zulfa Afifatun; Pramita, Juwita; Biring, Melti; Maris, Lintang Pancarani; Rachman, Muhammad Taufik; Saputra, Muhammad Ali Tri; Farras, Naufal Abiyyu; Kurniawan, Aditya; Kholifah, Puspa Indah Nur; Meteorin, Nelva Altisa
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 17, No 2 (2026): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v17i2.27354

Abstract

Rukun tetangga (RT) 035 Kelurahan Karang Joang merupakan kawasan pemukiman yang memiliki potensi untuk berkembang karena berada di lokasi strategis. Fasilitas seperti peta lingkungan yang memuat informasi spasial berupa rumah warga, fasilitas umum, akses jalan, maupun potensi dan resiko lingkungan tidak terdokumentasi dengan baik. Ketiadaan data spasial tersebut dapat menghambat proses berkembangnya RT 035. Pemetaan partisipatif menjadi salah satu solusi dalam mewujudkan kawasan strategis. Pemetaan partisipatif tidak hanya menghasilkan produk peta, tetapi menjadi sarana edukasi, pemberdayaan, dan penguatan ikatan sosial warga dalam membangun kesadaran kolektif terhadap ruang hidup mereka. Pemetaan partisipatif dalam pengabdian ini memiliki 3 tahap. Tahap pertama sosialisasi program pemetaan partisipatif, tahap kedua pelatihan penambahan titik lokasi melalui Google Maps, tahap ketiga yaitu bimbingan teknis kepada warga yang memiliki kendala terkait penambahan titik lokasi. Berdasarkan hasil survei yang diperoleh dari data kuesioner, 92% peserta menyatakan pelatihan mudah dipahami, 88% peserta merasa pelatihan bermanfaat untuk kegiatan sehari-hari, 84% menyatakan siap membantu memperbarui data lokasi, dan 8% peserta masih merasa kesulitan akibat keterbatasan kemampuan perangkat. Berdasarkan hasil survei tersebut, masyarakat antusias dan merasa terbantu dengan adanya sosialisasi pemetaan partisipatif dan penambahan fasilitas peta lingkungan RT 035 Karang Joang.