Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, fungsi, serta peran bahasa slang dalam pembentukan identitas Generasi Z pada postingan akun Instagram @sajak_detik berdasarkan kajian sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berupa 8 postingan Instagram yang diunggah pada periode Juni–Desember 2025, yang dipilih secara purposif karena mengandung unsur bahasa slang. Dari keseluruhan data tersebut, ditemukan kurang lebih 40 leksikon dan bentuk slang yang kemudian diklasifikasikan ke dalam lima kategori utama, yaitu campur kode bahasa Indonesia–Inggris, leksikon gaul (penggunaan kata gua/gue, ga, uda, ngapain, cape, muak banget, dan terserah deh), singkatan (misalnya HTS (Hubungan Tanpa Status)), pemendekan kata (seperti abis (dari habis), ajaa, benerr, nahhkann, cape-cape, dan ga), interjeksi/ekspresif, serta ungkapan khas Generasi Z (seperti eh, yap, deh, serta konstruksi reflektif seperti baik-baik aja versi aku atau capek tapi gak bisa berhenti). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data berupa teks caption dan konten unggahan yang mengandung unsur bahasa slang. Teknik pengumpulan data meliputi membaca, mencatat, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menerapkan pendekatan sosiolinguistik serta metode padan dengan alat penentu bahasa tulis, yaitu metode identitas ortografis. Penggunaan bahasa slang tersebut berfungsi sebagai sarana ekspresi emosional, pembangun kedekatan dan solidaritas sosial, serta penanda identitas generasional di ruang digital, sehingga bahasa slang tidak hanya berperan sebagai alat komunikasi informal, tetapi juga sebagai medium konstruksi identitas sosial Generasi Z dalam konteks media sosial.