Agustini Liviana Dwi Rahmawati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Terapi Relaksasi Benson untuk Penurunan Kecemasan pada Ibu Postpartum: Studi Kasus Agustini Liviana Dwi Rahmawati; Meidiana Putri Utami
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.166

Abstract

Latar Belakang: Ibu postpartum sering mengalami kecemasan yang berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis, seperti kurangnya keinginan untuk menyusui, penurunan bonding dengan bayi, serta meningkatnya risiko mastitis. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi baby blues hingga depresi postpartum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan Terapi Relaksasi Benson dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu postpartum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif analitik pada tiga ibu postpartum dengan masalah kecemasan yang dirawat di Ruang Delima Rumah Sehat untuk Jakarta RSUD Pasar Rebo. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21). Intervensi Terapi Relaksasi Benson diberikan selama 15–20 menit per hari selama tiga hari berturut-turut. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah tiga hari intervensi. Skor kecemasan Ny. E menurun dari 12 menjadi 6, Ny. C dari 11 menjadi 5, dan Ny. M dari 10 menjadi 4. Terapi Relaksasi Benson menyebabkan vasodilatasi yang berdampak pada regulasi aliran darah dan tekanan darah. Teknik relaksasi ini juga memberikan efek kenyamanan dan ketenangan, sehingga membantu ibu mencapai keseimbangan pikiran serta meningkatkan kontrol emosional. Kesimpulan: Terapi relaksasi Benson dapat menurunkan tingkat kecemasan pada ibu postpartum. Pemberian terapi ini mampu membantu ibu mencapai kondisi rileks dan memberikan kenyamanan. Oleh karena itu, terapi ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk mengatasi kecemasan pada ibu postpartum.