Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dukungan orang tua terhadap pembiasaan doa harian anak usia dini di TK Kanisius Kurmosari Semarang serta memahami bagaimana kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menghidupkan praktik doa sejak dini. Penelitian ini berangkat dari fenomena menurunnya minat dan kebiasaan anak dalam berdoa di rumah, yang disebabkan oleh kesibukan orang tua dan perubahan pola hidup modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta beberapa orang tua peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan doa harian di sekolah dilakukan secara rutin pada tiga momen utama, yaitu doa pagi, doa sebelum dan sesudah makan, serta doa sebelum pulang. Guru berperan aktif membimbing anak dalam berdoa dan memberi keteladanan melalui pembiasaan yang konsisten. Dukungan orang tua terlihat melalui teladan doa di rumah, pengawasan kegiatan rohani anak, serta komunikasi intensif dengan guru melalui grup kelas. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi faktor kunci dalam menumbuhkan karakter religius dan spiritualitas anak. Pembiasaan doa harian tidak hanya membangun kedisiplinan spiritual, tetapi juga membentuk rasa syukur, empati, dan moralitas anak sejak usia dini. Kesimpulan penitian ini adalah dukungan orang tua berperan signifikan dalam menghidupkan budaya doa anak di lingkungan keluarga dan sekolah.