Yunita Nurhariyanti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI GURU DALAM MENGHADAPI AI: PEMANFAATAN CHATGPT DALAM PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KONTEKSTUAL DI ERA SOCIETY 5.0 PADA SMPN 61 SURABAYA Yunita Nurhariyanti
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan menjadi kebutuhan penting pada era Society 5.0. Salah satu bentuk AI yang mulai dimanfaatkan di sekolah adalah ChatGPT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam memanfaatkan ChatGPT pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis kontekstual serta mengidentifikasi tantangan dan dukungan institusional dalam implementasinya di SMPN 61 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru IPS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi utama, yaitu penyajian materi kontekstual berbantuan ChatGPT, perancangan perangkat ajar, fasilitasi diskusi kritis, serta pengawalan literasi dan etika digital siswa. Namun, implementasi ChatGPT masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital guru, kecenderungan siswa menyalin jawaban tanpa analisis, infrastruktur internet yang belum stabil, serta belum adanya kebijakan sekolah yang formal. Dukungan institusional tampak melalui penyediaan sarana TIK dan forum pengembangan profesional guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pemanfaatan ChatGPT sangat ditentukan oleh kapasitas pedagogis guru, dukungan infrastruktur, dan kebijakan sekolah yang jelas.