Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan terkait rendahnya kesadaran pemahaman nilai sosial peserta didik yang disebabkan oleh kurangnya penerapan model pembelajaran dalam pelajaran IPS. Ditemukan adanya penurunan tata krama kehidupan sosial etika dan moral nilai sosial pada peserta didik yang diakibatkan karena adanya pemberlakuan pembelajaran yang kurang relevan sehingga ketika dilakukan di dalam kelas sangat jelas diketahui adanya perubahan perilaku peserta didik yang tidak memiliki kesadaran diri terhadap nilai sosialnya. Model Value Clarification Technique (VCT) merupakan model yang digunakan untuk membimbing peserta didik dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menginternalisasi nilai-nilai sosial yang terkandung dalam suatu materi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Non-equivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling diperoleh kelompok eksperimen berjumlah 32 peserta didik diberikan model Value Clarification Technique (VCT), sementara kelompok kontrol berjumlah 32 peserta didik menggunakan metode konvensional di SMP Giki 1 Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman nilai sosial sebelum dan sesudah perlakuan serta angket dan dokumentasi. Pengujian instrumen penelitian menggunakan uji validitas dan reabilitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Value Clarification Technique (VCT) berpengaruh meningkatkan pemahaman nilai sosial yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan klarifikasi nilai yang ada pada model Value Clarification Technique (VCT) mampu mendorong peserta didik untuk lebih kritis dalam mengidentifikasi, menginternalisasi, merefleksi, dan memilih nilai-nilai yang positif dari suatu peristiwa sosial.