Suhu berlebih pada kubikel 20 kV merupakan salah satu faktor utama penyebab kegagalan isolasi yang dapat memicu gangguan hubung singkat, kerusakan peralatan, dan penurunan keandalan sistem tenaga listrik. Pada sebagian besar gardu induk, pemantauan suhu masih dilakukan secara manual melalui inspeksi periodik sehingga tidak mampu mendeteksi lonjakan suhu secara cepat dan kontinu. Penelitian ini bertujuan merancang sistem peringatan dini berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantau suhu kubikel 20 kV secara real-time dan mengirimkan notifikasi otomatis ketika terjadi anomali termal. Sistem menggunakan sensor termal radiometrik FLIR Lepton 3.5 yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32-WROVER-E untuk membaca suhu pada terminasi kabel, terminal CT, dan konektor utama. Data dikirimkan secara nirkabel ke Google Spreadsheet sebagai basis penyimpanan dan ditampilkan dalam dashboard pemantauan. Power Automate Desktop digunakan untuk melakukan screen scraping, pengolahan data, penentuan ambang batas, serta pemicu pengiriman notifikasi ke WhatsApp melalui API Fonnte. Hasil pengujian lapangan menunjukkan sistem menunjukkan hasil uji pengukuran dengan selisih rata-rata sebesar 0,62°C terhadap alat ukur acuan yang telah terkalibrasi dan mampu mengirimkan notifikasi dalam waktu kurang dari 1 Menit. Sistem ini mampu meningkatkan akurasi deteksi dini hotspot, mendukung pelaksanaan Condition Based Maintenance, serta meningkatkan keandalan operasi kubikel di gardu induk. Kata Kunci: IoT, Early Warning System, Thermal Monitoring, FLIR Lepton, WhatsApp API.