Jamur tiram coklat (Pleurotus cystidiosus) memiliki potensi ekonomi tinggi namun produktivitasnya dipengaruhi oleh teknik budidaya pada fase pembentukan tubuh buah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh cara pembukaan baglog dan interval penyiraman terhadap pertumbuhan jamur tiram coklat di dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor: cara pembukaan baglog (dibuka dengan plastik dibiarkan terbuka serta bagian bawah plastik disayat pisau, dibuka dengan melipat plastik penutup baglog bagian depan, penusukan paku 12mm di tiga titik) dan interval penyiraman (satu kali dan dua kali per hari), diulang empat kali. Parameter yang diamati meliputi diameter tudung, diameter batang, dan tinggi batang. Hasil menunjukkan interaksi signifikan pada semua parameter. Kombinasi penusukan paku 12mm di tiga titik dengan penyiraman satu kali sehari menghasilkan diameter tudung tertinggi (8,45 cm) dan diameter batang terbesar (2,38 cm), sedangkan pembukaan baglog dengan cara plastik dibuka dengan plastic dibiarkan terbuka serta bagian bawah disayat pisau dan dengan penyiraman satu kali sehari menghasilkan tinggi batang maksimal (11,25 cm). Disimpulkan bahwa metode penusukan paku 12mm di tiga titik dengan penyiraman satu kali sehari optimal untuk kualitas komersial jamur tiram coklat di dataran tinggi. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada petani jamur tiram coklat di dataran tinggi untuk menerapkan metode penusukan baglog menggunakan paku berdiameter 12 milimeter pada tiga titik strategis dengan interval penyiraman satu kali per hari guna mengoptimalkan diameter tudung dan batang, yang merupakan indikator kualitas komersial utama.