Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik origami pada hood jaket dengan transformable pattern bermotif etnik Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Double Diamond Model yang terdiri atas empat tahap, yaitu Discover, Define, Develop, dan Deliver. Tahap Discover diawali dengan eksplorasi teknik lipatan origami menggunakan media kertas serta studi literatur mengenai motif etnik Sulawesi Selatan. Pada tahap Define, disusun mood board yang merepresentasikan konsep visual, nilai budaya, serta arah desain dengan judul “Lipat Jejak”. Tahap Develop meliputi uji coba teknik lipatan pada toile berbahan belacu serta perancangan motif transformable pattern seperti Babirusa, Patung Tau-Tahu, dan ukiran Pa’Teddong yang mengikuti struktur lipatan origami. Tahap Deliver diwujudkan melalui proses realisasi produk akhir berupa jaket dengan hood origami yang mengintegrasikan teknik lipatan dan transformable pattern secara harmonis. Teknik pengambilan data terhadap hasil akhir menggunakan lembar observasi oleh tiga dosen ahli. Penilaian dilakukan terhadap tiga aspek utama. Pertama, proses pengembangan hood origami pada jaket memperoleh rata-rata nilai 4,67 yang menunjukkan keberhasilan eksplorasi teknik lipatan dan penerapannya dalam struktur hood jaket secara fungsional dan estetis. Kedua, proses pembuatan desain transformable pattern memperoleh nilai rata-rata 4,58 yang mencerminkan kesesuaian proporsi, integrasi antara motif etnik dan teknik lipatan, serta keselarasan visual. Ketiga, hasil akhir produk memperoleh nilai rata-rata 4,42 yang menandakan bahwa desain telah memenuhi aspek estetika, fungsionalitas, dan efektivitas transformasi visual ketika dikenakan. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan teknik origami dan motif transformable pattern etnik Sulawesi Selatan mampu menghasilkan desain jaket yang inovatif, representatif secara budaya, serta layak secara visual dan fungsional.