Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penatalaksanaan Fisioterapi pada Proximal Femoral Nail Anti-Rotation (Pfna) di Rsud Bali Mandara: Studi Kasus Kadakolo, Natasya Talia; Juwitasunu, I Nyoman; Acarya Putra, Ida Bagus; Indah Yudira Putri, Gusi Ayu; Rininta Adi Putri, Ni Made; Adi Sudewa, I Gede
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur intertrochanter femur merupakan salah satu jenis fraktur pada bagian proksimal femur yang sering terjadi akibat trauma jatuh, terutama pada individu dengan kepadatan tulang yang rendah. Penanganan fraktur ini umumnya dilakukan melalui tindakan operasi menggunakan metode Proximal Femoral Nail Antirotation (PFNA) untuk memberikan stabilitas tulang dan memungkinkan mobilisasi dini. Rehabilitasi fisioterapi memiliki peran penting dalam mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, serta memulihkan fungsi gerak pasien pasca operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penatalaksanaan fisioterapi pada pasien pasca operasi PFNA akibat fraktur intertrochanter femur. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada seorang pasien perempuan berusia 49 tahun yang menjalani rehabilitasi di RSUD Bali Mandara. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Pain Rating Scale (NPRS) untuk menilai intensitas nyeri, Manual Muscle Testing (MMT) untuk menilai kekuatan otot, serta goniometer untuk mengukur lingkup gerak sendi hip. Intervensi fisioterapi yang diberikan meliputi latihan penguatan otot, latihan lingkup gerak sendi, serta pemberian modalitas infrared dan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nyeri dari skor 3/10 menjadi 2/10 berdasarkan NPRS. Kekuatan otot pada regio hip tetap stabil dengan skor 4/5 berdasarkan MMT, sedangkan lingkup gerak sendi hip tidak menunjukkan perubahan yang signifikan setelah intervensi. Meskipun pasien telah memasuki fase kronik pasca operasi selama 6 bulan, pasien masih mengalami nyeri ringan dan keterbatasan mobilitas sendi. Dapat disimpulkan bahwa penatalaksanaan fisioterapi pasca operasi PFNA memberikan dampak positif dalam menurunkan nyeri dan mempertahankan kekuatan otot, namun pemulihan fungsi sendi masih memerlukan rehabilitasi yang berkelanjutan