This Author published in this journals
All Journal Attoriolong
Nurulhad, M. Rifqi Miftahun
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Jurusan Pendidikan Sejarah dari IKIP Ujung Pandang Hingga Universitas Negeri Makassar, 1963–2022 Nurulhad, M. Rifqi Miftahun
Attoriolong Vol 24, No 1 (2026): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika Jurusan Pendidikan Sejarah dari masa ketika masih bernaung di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Hasanuddin hingga bertransformasi menjadi Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Makassar pada periode 1963–2022.Fokus kajian mencakup latar belakang pendirian, perubahan struktur organisasi dan nomenklatur, perkembangan kurikulum dan sumber daya manusia, serta posisi program studi dalam konteks Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di kawasan Timur Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, penelusuran arsip institusi, serta wawancara dengan dosen dan tokoh kunci yang terlibat langsung dalam perjalanan Jurusan/Program Studi Pendidikan Sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu hampir enam dekade, Jurusan Pendidikan Sejarah mengalami sedikitnya lima kali perubahan nama dan kedudukan kelembagaan sejalan dengan dinamika kebijakan pendidikan tinggi nasional dan transformasi IKIP Ujung Pandang menjadi Universitas Negeri Makassar. Temuan lain mengindikasikan bahwa Pendidikan Sejarah merupakan salah satu program studi tertua dan ikut berperan sebagai perintis dalam pembentukan Universitas Negeri Makassar, sekaligus berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan guru sejarah serta tenaga ahli di bidang kearsipan, museum, dan lembaga sosial lainnya. Secara keseluruhan, dinamika tersebut memperlihatkan kemampuan adaptasi kelembagaan di tengah perubahan paradigma pendidikan tinggi dan tuntutan profesionalisme guru pada era modern