Untuk meningkatkan kinerja pada sistem kelistrikan SULUTGO khususnya di wilayah Gorontalo Utara, PT. PLN (Persero) sedang membangun Gardu Induk (GI) Tolinggula. Gardu Induk ini nantinya akan terhubung ke gardu induk anggrek pada sub-sistem Gorontalo. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menentukan setting dan koordinasi pada proteksi relay jarak di gardu induk Tolinggula. Metode penelitian dilakukan dengan mengukur tegangan dan arus gangguan pada titik relay di setiap zona. Dengan membagi tegangan dan arus yang diukur, relai dapat menentukan impedansi hingga titik gangguan. Zona 1 di setting 80-90% dari panjang saluran transmisi yang diamankan dengan waktu tunda 0 detik (instan), zona 2 di setting dengan panjang impedansi mencapai 120-150% dari panjang saluran yang di amankan dengan waktu tunda 0.4 - 0.8 detik, zona 3 di setting lebih luas yaitu mencakup 225% dari panjang saluran yang diamankan dengan waktu tunda 1.2 1.6 detik. Hasil penelitian membuktikan pengaturan zona 1, zona 2 dan zona 3 pada masing-masing induk induk sudah sesui hal ini di buktikan dengan tabel hasil perhitungan bahwa impedansi pada Zona 1 lebih kecil dari Zona 2, begitupun dengan nilai impedansi pada Zona 2 yang berubah lebih kecil dari Zona 3. Hal ini disebabkan oleh jarak penghantar yang mempengaruhi besar kecilnya nilai impedansi. Sesuai dengan teori sebelumnya bahwa Zona 1 disetel pada titik 90% dari panjang penghantar dan seterusnya ke zona lain. Serta untuk koordinasi jarak relay di setiap gardu sudah tepat hal ini di buktikan dengan kurva di tiap zona pada setiap GI tidak melewati belakang busbar GI tersebut.