Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, persepsi manfaat ShopeePayLater, serta frekuensi penggunaan ShopeePayLater terhadap perilaku keuangan mahasiswa Generasi Z di UIN Sunan Ampel Surabaya. Latar belakang penelitian ini muncul dari pesatnya pertumbuhan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) di Indonesia, di mana ShopeePayLater menjadi platform paling populer dengan tingkat adopsi sekitar 89% pengguna e-commerce. Peningkatan penggunaan layanan ini di kalangan mahasiswa menimbulkan kekhawatiran terhadap perilaku konsumtif dan potensi gagal bayar. Berdasarkan laporan PT Pefindo Biro Kredit (2023), dari total kredit bermasalah nasional sebesar Rp2,12 triliun, sekitar Rp460 miliar (21,7%) berasal dari Generasi Z sebagai pengguna paylater paling aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 228 mahasiswa aktif Generasi Z UIN Sunan Ampel Surabaya yang telah menggunakan ShopeePayLater. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dan analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan (t = 5,83; p = 0,000), menandakan bahwa semakin tinggi literasi, semakin baik pengelolaan keuangan; (2) persepsi manfaat ShopeePayLater berpengaruh negatif signifikan (t = 3,14; p = 0,002), yang berarti manfaat yang dirasakan cenderung meningkatkan perilaku konsumtif; dan (3) penggunaan ShopeePayLater berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku keuangan (t = 4,31; p = 0,000). Secara teoretis, penelitian ini memperkuat Financial Literacy Framework dan TAM dalam menjelaskan perilaku keuangan di era digital.