Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi bahasa ibu dalam pembelajaran kelas awal serta implikasinya terhadap literasi dan numerasi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Citra Bakti Ngada. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas rendah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi bahasa ibu dalam pembelajaran dilakukan melalui penggunaan aktivitas konkret, permainan edukatif, literasi pagi, serta pendekatan kontekstual seperti Problem Based Learning dan Contextual Teaching and Learning. Penggunaan bahasa ibu membantu siswa memahami konsep secara lebih bertahap dan mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, strategi code-switching digunakan untuk mendukung transisi dari bahasa ibu ke bahasa Indonesia. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya indikasi perkembangan pada aspek literasi, seperti kelancaran membaca dan pengayaan kosakata, serta pada aspek numerasi, khususnya dalam memahami konsep dasar matematika melalui konteks yang dekat dengan kehidupan siswa. Namun demikian, temuan ini bersifat kontekstual dan terbatas pada subjek penelitian, sehingga tidak dapat digeneralisasi secara luas. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa ibu dalam pembelajaran kelas awal berperan sebagai jembatan dalam membangun pemahaman awal siswa serta mendukung keterlibatan mereka dalam proses belajar yang lebih kontekstual.