Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Bajawa serta implikasinya terhadap kemandirian dan kemampuan sosial emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas yang dipilih secara purposive. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning diwujudkan melalui penggunaan aktivitas konkret, pembelajaran kontekstual, serta keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Pembelajaran yang dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari membantu siswa memahami materi secara bertahap dan mendorong partisipasi yang lebih aktif. Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan teman sebaya menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan proses pembelajaran. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya indikasi perkembangan pada aspek kemandirian siswa, seperti kemampuan menyelesaikan tugas sederhana dan mencoba aktivitas tanpa bantuan penuh. Perkembangan serupa terlihat pada kemampuan sosial dan emosional, terutama dalam interaksi dan pengelolaan emosi selama pembelajaran. Namun demikian, temuan ini bersifat kontekstual dan belum dapat digeneralisasi secara luas. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan deep learning dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus tidak hanya berkaitan dengan metode, tetapi juga dengan bagaimana pengalaman belajar dirancang secara kontekstual dan didukung oleh lingkungan belajar yang kolaboratif.