Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana keterampilan berpikir kritis siswa berbeda antara siswa yang belajar dengan model GENICS dan siswa yang belajar dengan model Discovery Learning. Diharapkan penelitian ini akan memberikan wawasan tentang seberapa baik masing-masing model dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain kontrol grup pretest-posttest non-randomized. Penelitian menggunakan tes esai untuk menilai kemampuan berpikir kritis siswa. Uji MANCOVA digunakan untuk melakukan analisis data menggunakan perangkat lunak statustik. Tinjauan dilakukan melalui observasi kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMAN Titian Teras. Penelitian menunjukkan bahwa model GENICS menghasilkan skor rata-rata pasca-tes keterampilan berpikir kritis siswa yang lebih tinggi (84,68) dibandingkan dengan model Discovery Learning (81,64). Meskipun kedua model meningkatkan keterampilan berpikir kritis, model GENICS lebih efektif dalam indikator fokus dan situasi, sedangkan Discovery Learning unggul dalam indikator penalaran dan pemrosesan data. Peningkatan signifikan terjadi pada kedua model, dengan perbedaan nilai-p yang menunjukkan dampak nyata dari strategi pembelajaran. Penelitian ini memberikan wawasan yang terletak pada perbandingan langsung antara model pembelajaran GENICS dan Discovery Learning dalam konteks keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang efektivitas kedua model, serta kontribusi spesifiknya dalam meningkatkan keterampilan analitis dan reflektif siswa, yang dapat menjadi referensi untuk pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif.