Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Otoritas Guru dalam Tradisi Pesantren: Studi Analitis Urgensi Sanad di Era Disrupsi Digital dan Era Society 5.0 Nafisabee, Wafiq Nafisa
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, Maret
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/mujalasat.v4i1.8879

Abstract

Era Society 5.0 telah memicu pergeseran epistemologis dari pola linier tekstual menuju jaringan algoritmik, yang berpotensi mengancam otoritas guru sebagai sumber ilmu dalam tradisi pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi sanad keilmuan di tengah disrupsi era digital yang cenderung mendegradasi validitas informasi keagamaan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan epistemologi pendidikan Islam, penelitian ini melakukan studi literatur dialektis antara teks otoritatif pesantren dan diskursus kontemporer mengenai sosiologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di era Society 5.0, algoritma media sosial dan mesin pencari telah menjadi kurator kebenaran baru yang mengutamakan visibilitas digital daripada kedalaman ilmu. Namun, sanad tetap krusial sebagai instrumen autentisitas spiritual dan sistem verifikasi data yang menjamin integritas moral serta metodologi penafsiran yang teruji. Temuan ini menekankan reposisi peran guru pesantren dari sekadar penyampai informasi menjadi gerbang validasi (validation gate) dan kompas spiritual yang memberikan dimensi tazkiyah al-nafs (penyucian jiwa) serta hikmah yang tidak dapat direplikasi oleh kecerdasan buatan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa sanad berfungsi sebagai jangkar spiritual yang menjaga ilmu pengetahuan agar tidak terdistorsi menjadi komoditas data tanpa makna di ruang siber.