Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN EX-GEDUNG SINEMA RADJEKWESI BOJONEGORO DENGAN PENDEKATAN ADAPTIVE REUSE Putri, Sabela Devita; Veronica, Gracia; Bayu Ibrahim, Dinullah
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v6i1.6862

Abstract

Gedung Sinema Radjekwesi di Kabupaten Bojonegoro merupakan bangunan bersejarah yang mengalami penurunan fungsi serta kehilangan identitas akibat perubahan pemanfaatan ruang dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya nilai historis bangunan sekaligus terbatasnya fasilitas yang mampu mewadahi aktivitas seni dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang pusat kebudayaan melalui pendekatan adaptive reuse guna menghidupkan kembali fungsi sosial bangunan dengan tetap mempertahankan karakter historis bangunannya. Metode perancangan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan narasumber terkait sejarah bangunan dan kebutuhan pengguna, serta studi literatur untuk mendukung proses analisis dan pengembangan konsep desain. Tahapan perancangan meliputi identifikasi kondisi eksisting, analisis kebutuhan ruang, penyusunan konsep desain, hingga pengembangan visualisasi ruang. Pendekatan adaptive reuse diterapkan dengan mempertahankan elemen arsitektur utama bagian fasad bangunan serta menghadirkan fungsi baru melalui integrasi elemen lama dan baru secara kontekstual. Hasil perancangan menunjukkan bahwa transformasi bangunan menjadi pusat kebudayaan mampu menghadirkan ruang edukasi, pameran, pertunjukan, dan ruang kreatif yang mendukung aktivitas masyarakat secara inklusif. Perancangan ini juga memperkuat identitas kawasan melalui pemanfaatan kembali bangunan bersejarah secara berkelanjutan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan adaptive reuse dapat menjadi strategi efektif dalam revitalisasi bangunan lama dengan tetap menjaga nilai sejarah sekaligus memenuhi kebutuhan ruang kontemporer masyarakat.