Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PKM Aplikasi Teknologi Agen Hayati sebagai Solusi Pupuk Alternatif pada Lahan Tanaman Nilam Kelompok Tani Kecamatan Likupang Mambu, SP., M.Si., PhD, Susan Marlein; Mangindaan, Glanny; Mantiri, Pingkan
The Studies of Social Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v8i1.66740

Abstract

Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengurangi keanekaragaman hayati di sekitar lahan pertanian. Solusi yang ditawarkan dalam program ini adalah penerapan teknologi agen hayati, seperti Trichoderma sp., sebagai pupuk alternatif. Agen hayati dapat meningkatkan kesuburan tanah, menyediakan nutrisi bagi tanaman, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Program ini juga memberikan pelatihan kepada kelompok tani tentang cara membuat dan mengaplikasikan agen hayati secara efektif. Selain itu, pendampingan dilakukan untuk memastikan aplikasi teknologi ini berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal. Manfaat dari program ini antara lain pengurangan biaya produksi karena petani tidak perlu membeli pupuk kimia dalam jumlah besar, peningkatan kualitas dan produktivitas tanaman nilam, serta pelestarian lingkungan melalui pertanian berkelanjutan. Dengan menggunakan agen hayati, petani dapat menghasilkan tanaman nilam yang lebih sehat dan berkualitas, sehingga meningkatkan nilai jual dan pendapatan mereka. Implementasi program dilakukan melalui pelatihan, demonstrasi lapangan, dan penyediaan bahan serta alat yang diperlukan. Untuk mendukung keberlanjutan program, evaluasi berkala dilaksanakan untuk menilai efektivitas program dan mengembangkan solusi lebih lanjut. Melalui program ini, Kelompok Tani Nilam Kecamatan Likupang dapat meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman nilam, sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan menerapkan teknologi pertanian yang ramah lingkungan.