This study aims to analyze the internalization strategy of Pancasila ideology carried out by the Raden Intan Student Regiment (Menwa) Command Staff in building nationalism among Menwa members of Lampung Province. This research is motivated by ideological challenges among youth who demand the strengthening of national values through student organizations based on national defense. The research approach used in this study is a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, in-depth interviews with Command Staff administrators and active Menwa members in the Student Regiment organization in Lampung Province, and documentation studies. The study was conducted for two days by analyzing organizational documents, activity guidelines, archives, and supporting literature as secondary data. Data validity was carried out through source triangulation techniques to ensure the validity of the research findings. The results of the study indicate that the internalization strategy of Pancasila ideology is implemented through a tiered coaching process integrated into basic education activities (diksar). Based on the perspective of the theory of internalization of values of persons and shils, the process takes place through the mechanism of role socialization, the formation of value orientations and member identification with the norms and values of the organization's nationality. The Menwa Basic Education (Diksar) serves as the primary instrument for instilling the values of loyalty, discipline, and national spirit, thus serving as an ideological filter for members in dealing with ideological influences that conflict with Pancasila. The implementation of this strategy contributes to strengthening Menwa members' nationalist attitudes both in organizational and social life.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi internalisasi ideologi Pancasila yang dilakukan Oleh Staf Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) Raden Intan dalam membangun nasionalisme di kalangan anggota Menwa Provinsi Lampung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan ideologis di kalangan pemuda yang menuntut penguatan nilai kebangsaan melalui organisasi kemahasiswaan berbasis bela negara. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengurus Staf Komando dan anggota Menwa aktif dalam organisasi Resimen Mahasiswa di Provinsi Lampung, serta studi dokumentasi. Penelitian dilaksanakan selama dua hari dengan menganalisis dokumen organisasi, pedoman kegiatan, arsip, serta literatur pendukung sebagai data sekunder. Keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber guna memastikan validitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi internalisasi ideologi Pancasila dilaksanakan melalui proses pembinaan berjenjang yang terintegrasi dalam kegiatan Pendidikan dasar (diksar). Berdasarkan perspektif teori internalisasi nilai persons dan shils, proses tersebut berlangsung melalui mekanisme sosilisasi peran, pembentukan orientasi nilai serta identifikasi anggota terhadap norma dan nilai kebangsaan organisasi. Diksar Menwa berperan sebagai instrument utama dalam menanamkan nilai loyalitas, disiplin, dan semangat kebangsaan sehingga berfungsi sebagai filter ideologis bagi anggota dalam menghadapi pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila. Implementasi srtategi ini berkontribusi dalam memperkuat sikap nasionalisme anggota Menwa baik dalam kehidupan organisasi maupun sosial masyarakat.