Media sosial TikTok menjadi salah satu platform utama dalam menyampaikan opini publik terhadap isu sosial yang bersifat viral, termasuk kasus guru yang menampar murid karena merokok di sekolah. Kasus ini memunculkan perbedaan pandangan yang tajam di masyarakat antara pihak yang mendukung tindakan guru sebagai bentuk pendisiplinan dan pihak yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik di TikTok terhadap kasus tersebut menggunakan metode Support Vector Machine (SVM). Data penelitian berupa 2.200 komentar publik dikumpulkan melalui teknik web scraping menggunakan Apify Web Scraper dan diolah menggunakan Google Colab. Tahapan penelitian meliputi preprocessing teks yang terdiri dari cleaning, case folding, tokenization, normalisasi, stopword removal, dan stemming. Selanjutnya, fitur diekstraksi menggunakan metode Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF) dan diklasifikasikan ke dalam empat kategori sentimen, yaitu Mendukung Guru, Menyalahkan Guru, Mendukung Murid, dan Menyalahkan Murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SVM dengan kernel linear berhasil mengklasifikasikan sentimen publik dengan akurasi 94% (precision 0.94, recall 0.94, F1-score 0.94). Distribusi sentimen menunjukkan 69.2% komentar mendukung guru, 20.8% mendukung murid, 5.5% menyalahkan guru, dan 4.5% menyalahkan murid. Hasil ini memberikan gambaran komprehensif bahwa mayoritas masyarakat cenderung membenarkan tindakan disiplin guru, meskipun terdapat kesadaran yang berkembang terhadap perlindungan anak dan penolakan kekerasan dalam dunia pendidikan.