Dewiasih, Susi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) DAN INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD dr. DRADJAT PRAWIRANEGARA KABUPATEN SERANG Romayanti, Agnes Defvi; Ningrum, Mita Widya; Dewiasih, Susi; Sutini, Sutini
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 10, No 1 (2026): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v10i1.1253

Abstract

Beban kerja yang tinggi pada perawat, khususnya di ruang perawatan kritis seperti Intensive Care Unit (ICU) dan Instalasi Gawat Darurat (IGD), berpotensi menimbulkan burnout syndrome yang dapat berdampak pada kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan burnout syndrome pada perawat di ruang ICU dan IGD RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Kab.Serang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 perawat yang bekerja di ruang ICU dan IGD, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Beban kerja diukur menggunakan kuesioner beban kerja adaptasi Nursalam (2017) dan NASA-Task Load Index (NASA-TLX), sedangkan burnout syndrome diukur menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory (MBI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney, Independent Samples t-test, dan Spearman Rank. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa beban kerja perawat berada pada kategori sedang (40,0%), sedangkan berdasarkan pengukuran NASA-TLX hampir setengahnya berada pada kategori sangat tinggi (46,7%). Burnout syndrome pada perawat sebagian besar berada pada kategori rendah (53,3%) hingga sedang (41,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan beban kerja antara perawat ICU dan IGD p-value = 0,369 (p 0,05), namun terdapat perbedaan signifikan beban kerja berdasarkan NASA- TLX antara perawat ICU dan IGD p-value 0,001(p 0,05). Tidak terdapat perbedaan burnout syndrome antara perawat ICU dan IGD p-value = 0,642 (p 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan burnout syndrome pada perawat ICU dan IGD, p-value 0,001(p 0,05) dengan nilai korelasi 0,539, dan berdasarkan pengukuran NASA-TLX p-value 0,020 (p 0,05) dengan nilai korelasi 0,267. Simpulan: semakin tinggi beban kerja perawat, semakin tinggi risiko terjadinya burnout syndrome. Diharapkan pihak rumah sakit dapat melakukan pengelolaan beban kerja secara optimal untuk mencegah terjadinya burnout pada perawat, khususnya di ruang ICU dan IGD.