Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar siswa kelas 6 pada materi bangun ruang (kubus dan balok). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen menggunakan desain Non-equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 6 SDN Malaka Jaya 08 Pagi. Sampelnya terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran kontekstual dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes pre-test dan post-test berupa 10 butir soal esai, serta observasi. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji-t, dan uji normalized gain (N-gain). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas kontrol, nilai rata-rata pre-test adalah 24,17, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 57,43. Kenaikan ini menghasilkan skor N-gain 0,47, yang berada dalam kategori sedang dan kurang efektif. Sebaliknya, pada kelas eksperimen, nilai rata-rata pre-test adalah 24,93, yang meningkat signifikan menjadi 84,80 pada post-test. Kenaikan ini menghasilkan skor N-gain 0,79, yang termasuk dalam kategori tinggi dan efektif. Berdasarkan hasil uji-t dua arah dan satu arah, nilai probabilitas yang diperoleh lebih kecil dari 0,05, sehingga Ha diterima, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kedua kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas 6 pada materi bangun ruang (kubus dan balok) dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.