Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Wajib Pajak Badan Terhadap Penggunaan Core Tax Administration System Dalam Pelaporan SPT Masa : Corporate Taxpayers' Perceptions of the Use of the Core Tax Administration System in Periodic Tax Return Reporting Tanty, Giokvannie Vernaya; Putra Yasa , I Nyoman; Surya Dharmawan, Nyoman Ari
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i1.1258

Abstract

Implementasi Core Tax Administration System dalam pelaporan Surat Pemberitahuan Masa merupakan bagian dari transformasi digital administrasi perpajakan di Indonesia yang bertujuan meningkatkan efektivitas dan transparansi pengelolaan pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap wajib pajak badan sebagai pengguna sistem di lingkungan perusahaan. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan temuan berdasarkan konstruk performance expectancy, effort expectancy, facilitating conditions, dan social influence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek performance expectancy, sistem dipersepsikan mampu meningkatkan integrasi data perpajakan, memperkuat transparansi informasi, serta mempermudah pemantauan kewajiban pajak melalui fitur pelacakan status dan pre-populated sehingga mendorong keteraturan administrasi. Namun demikian, pada aspek effort expectancy, persepsi kemudahan penggunaan masih dipengaruhi oleh kendala teknis seperti perlambatan server, gangguan akses, kegagalan penyimpanan data, session timeout, serta hambatan login, terutama pada periode mendekati batas waktu pelaporan. Pada aspek facilitating conditions, panduan dan sosialisasi dari otoritas pajak dinilai cukup informatif, meskipun peningkatan stabilitas sistem dan respons teknis yang lebih cepat masih diperlukan. Sementara itu, dari aspek social influence, penggunaan sistem lebih dipengaruhi oleh sifatnya yang wajib sebagai kebijakan pemerintah dibandingkan tekanan lingkungan sosial. Secara keseluruhan, sistem dipersepsikan memberikan manfaat kinerja yang positif, namun optimalisasi penerimaan dan pengalaman pengguna masih bergantung pada perbaikan aspek teknis serta penguatan dukungan instansi.