Background: UMKM pangan sering menghadapi keterbatasan kapasitas produksi dan efisiensi operasional akibat penggunaan teknologi pengolahan yang masih sederhana. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis alih teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi usaha pada sektor UMKM pangan. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan tingkat keberdayaan masyarakat serta kapasitas produksi UMKM melalui penerapan model pemberdayaan masyarakat berbasis alih teknologi. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025 di Rumah Keripik Tempe Ubaey yang memiliki izin usaha produksi pangan P-IRT No. 2113603020045-26. Implementasi program dilakukan melalui modernisasi sistem penggorengan dengan penerapan mesin penggoreng keripik tempe berbasis konveyor, disertai pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan alat serta pendampingan selama implementasi. Metode pelaksanaan mencakup lima tahap, yaitu koordinasi dengan mitra, perancangan dan perakitan alat, uji coba penggorengan, implementasi alat, serta pelatihan dan pendampingan. Hasil: Penerapan alat penggorengan otomatis berbasis konveyor secara signifikan meningkatkan kapasitas produksi UMKM hingga 246%. Selain itu, tercapai efisiensi operasional yang tinggi, yaitu penghematan gas sebesar 20%, minyak sebesar 11%, dan tenaga kerja sebesar 75%. Penerapan teknologi ini mentransformasi unit usaha menjadi lebih efisien dalam penggunaan modal dan lebih berkelanjutan. Kesimpulan: Program pengabdian masyarakat ini berhasil menghasilkan model pemberdayaan masyarakat melalui alih teknologi yang efektif dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi operasional UMKM pangan. Model ini berpotensi direplikasi pada UMKM sektor pangan lainnya serta memberikan kontribusi keilmuan dalam pengembangan teknologi otomasi proses penggorengan berbasis konveyor pada industri skala mikro.