Background: Bullying (perundungan) merupakan fenomena yang banyak terjadi di lingkungan sekolah, khususnya sekolah dasar dan berdampak negatif pada perkembangan psikologis, akademik, serta sosial siswa. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa sekolah dasar di Desa Pasigitan dalam mencegah bullying, yang dikembangkankan berbasis pada pengenalan etika pergaulan ketimuran dan psikoedukasi berbasis dongeng. Metode: Kegiatan ini menggunakan metode psikoedukasi dalam bentuk permainan yang menyesuaikan karakteristik partisipan anak, dengan teknik mendongeng dan bermain peran, berkreasi, dan bermain edugame digital. Kegiatan ini melibatkan 28 siswa berusia 10–12 tahun. Instrumen yang digunakan berupa Anti-Bullying Questionnaire (ABQ, α = 0,9 ; 7 item), Buku dongeng tentang anti-bullying, dan edugame digital. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan teknik observasi sikap dan perilaku (dimensi afektif), serta pengambilan data pengetahuan (dimensi kognitif). Hasil: Berdasarkan evaluasi program menggunakan kuesioner ABQ dalam dimensi kognitif (pengetahuan anti-bullying) diperoleh hasil 96,4% dari peserta menunjukkan pengetahuan anti-bullying yang tinggi (M = 10,41 > 7). Selain itu, berdasar hasil evaluasi dimensi afektif para partisipan menunjukkan indikator antusias dalam merespon pertanyaan dan mengikuti kegiatan, indikator komitmen, serta indikator menghormati sesama selama mengikuti program, serta dimensi psikomotor: peserta berani menyampaikan pengalaman perundungannya. Kesimpulan: Program pengabdian ini telah meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan bullying pada siswa sekolah dasar, dan meningkatkan sikap positif anti-bullying yang ditunjukkan dengan antusiasme, berkomitmen, dan menghormati sesama selama program berlangsung. Penting memberikan kegiatan yang sama secara rutin dan melibatkan orangtua dan masyarakat, sehingga sikap yang terbangun dapat dipertahankan di sekolah, tapi juga di lingkungan sosialnya.