Latar Belakang: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil budidaya ikan koi di Kota Tasikmalaya melalui penerapan teknologi chiller machine berbasis limbah kulkas bekas. Permasalahan utama yang dihadapi kelompok petani ikan DRA KOI adalah fluktuasi suhu air kolam akibat perubahan cuaca yang menyebabkan stres, penurunan pertumbuhan, serta menurunnya kualitas warna dan daya tahan ikan. Metode: Pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, dengan melibatkan 20 peserta yang aktif mengikuti pelatihan dan praktik langsung perakitan chiller machine. Melalui pendekatan learning by doing, peserta mempelajari prinsip kerja sistem pendingin, komponen utama, dan proses perakitan yang sederhana namun efektif. Hasil uji coba menunjukkan chiller machine mampu menurunkan suhu air kolam dari 30°C menjadi 25°C secara stabil, menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan ikan koi. Hasil: Kegiatan ini memberikan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital untuk memperkuat kapasitas bisnis petani koi. Dampak kegiatan mencakup peningkatan keterampilan teknis, kesadaran akan pentingnya teknologi tepat guna, serta penguatan solidaritas sosial masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan inovasi teknis, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 8, 12, dan 14 melalui peningkatan produktivitas, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, dan pelestarian ekosistem perairan. Kesimpulan: Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis teknologi lokal dapat menjadi solusi efektif untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat perikanan dan memperkuat ketahanan sektor akuakultur di tingkat lokal.