Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang termasuk negara dengan beban TB tertinggi menurut WHO (World Health Organization). Kabupaten Sumenep tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah kasus TB tinggi di Jawa Timur, sehingga diperlukan upaya penguatan strategi preventif melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan cakupan TPT melalui peningkatan pengetahuan kader kesehatan di Puskesmas Legung Kabupaten Sumenep. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dengan ceramah dan diskusi interaktif kepada 30 kader kesehatan, disertai evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Cemara Puskesmas Legung Kabupaten Sumenep. Hasil menunjukkan adanya peningkatan persentase jawaban benar pada seluruh 10 indikator pengetahuan, terutama terkait sasaran penerima TPT yang meningkat dari 42% menjadi 92%, serta tujuan pemberian TPT dari 58% menjadi 92%. Pemahaman mengenai kepatuhan minum obat dan tantangan implementasi TPT juga meningkat signifikan hingga mencapai 96% pada post-test. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif kader, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam melakukan skrining kontak serumah, edukasi masyarakat, serta pendampingan sasaran TPT. Outcome kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan kader dalam upaya promotif dan preventif program TB, yang berpotensi meningkatkan cakupan TPT di wilayah kerja puskesmas. Dengan tindak lanjut berupa pembinaan rutin, monitoring evaluasi berbasis wilayah, serta koordinasi lintas sektor, kegiatan ini mendukung penguatan sistem pencegahan TB dan percepatan eliminasi TB di tingkat pelayanan kesehatan primer.