Oktanugroho, Dimas Rizky
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menafsirkan Trash-Talk: Interaksionisme Simbolik dan Komunikasi Kelompok dalam Game Valorant Oktanugroho, Dimas Rizky; Okta Wibowo, Tangguh
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 18 No. 1 (2026): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v18i1.8625

Abstract

Perilaku interaksi komunikasi yang buruk atau trash-talk merupakan fenomena yang sering ditemukan dalam bermain game online, termasuk permainan Valorant. Valorant merupakan permainan yang intens dan kompetitif sehingga dapat mempengaruhi pemain untuk menggunakan trash-talk sebagai cara untuk mengungkapkan ekspresi diri atau frustrasi mereka. Trash-talk merupakan bentuk perilaku interaksi komunikasi verbal antar pemain yang dapat bersifat menghina dan merendahkan dengan menggunakan kata-kata kasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menafsirkan pemaknaan mengenai perilaku interaksi komunikasi trash-talk dalam Valorant. Penelitian ini ditulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada empat informan yang tergabung dalam tim informal Gabut Ria Esport. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis menggunakan teori Interaksionisme Simbolik dan konsep Komunikasi Kelompok, penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku interaksi komunikasi trash-talk dalam kelompok bermain Valorant dipengaruhi oleh konsep diri dan respons dari pemain lain. Pemaknaan trash-talk melibatkan proses interaksi sosial dan budaya. Tahapan persiapan, pengalaman, dan refleksi dalam interaksi sosial mempengaruhi bagaimana individu memaknai dan merespons perilaku tersebut. Selain itu, ikatan sosial dalam kelompok bermain Valorant memainkan peran penting dalam memfasilitasi penggunaan trash-talk sebagai bentuk komunikasi yang diterima dan dianggap sebagai bagian dari permainan. Poor communication interaction behavior, or trash-talking, is a phenomenon frequently found in online gaming, including in the game Valorant. Valorant is an intense and competitive game that can influence players to use trash-talk as a way to express themselves or vent their frustration. Trash-talking is a form of verbal communication interaction between players, often involving insults or degrading language. The purpose of this study is to understand the meaning behind trash-talking communication behavior in Valorant. This research is written using a qualitative descriptive approach with a case study method. The data collection was carried out through in-depth interviews with four informants who are members of the informal team Gabut Ria Esport. Based on the interviews and analysis using Symbolic Interactionism theory and Group Communication concepts, this research shows that trash-talking behavior in Valorant player groups is influenced by self-concept and responses from other players. The meaning of trash-talking involves a process of social and cultural interaction. The stages of preparation, experience, and reflection in social interactions affect how individuals interpret and respond to such behavior. Additionally, social bonds within Valorant player groups play a significant role in facilitating the use of trash-talk as an accepted form of communication, which is considered part of the game.