Abstrak: Sahabat Yatim Dhuafa (Sahabat Anak Yatim dan Miskin) bergerak dalam pemberdayaan sosial agama bagi anak yatim piatu dan kurang mampu di Sumatera Selatan. Kesadaran publik yang rendah akan filantropi mendorong perlunya strategi komunikasi yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan filantropi di Kabupaten Buay Pemaca dan mengkaji dampaknya terhadap perluasan jangkauan manfaat program. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, didukung oleh data sekunder berupa laporan kegiatan dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berbasis nilai-nilai agama, transparansi dalam pengelolaan dana, dan kedekatan sosial antara administrator dan masyarakat mampu membangun kepercayaan publik dan mendorong partisipasi yang berkelanjutan. Strategi ini memperluas jangkauan penerima manfaat sementara Memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan filantropi. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan studi komunikasi filantropi berbasis masyarakat dan berfungsi sebagai acuan praktis bagi organisasi sosial dalam merancang strategi komunikasi yang adaptif dan efektif. Abstract:Sahabat Yatim Dhuafa is engaged in socio-religious empowerment for orphans and the poor in South Sumatra. The low awareness of philanthropy in the community encourages the need for an effective and sustainable communication strategy. This study aims to analyze the communication strategies applied in increasing community philanthropic awareness in Buay Pemaca District and examine its impact on expanding the range of program benefits. A qualitative descriptive approach is used with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation, supported by secondary data in the form of activity reports and policy documents. The results of the study show that communication based on religious values, transparency in fund management, and social closeness between administrators and the community can build public trust and encourage participation in a sustainable manner. The strategy expands the reach of beneficiaries while strengthening community involvement in philanthropic activities. These findings contribute to the development of community-based philanthropic communication studies and become a practical reference for social organizations in designing adaptive and effective communication strategies