Irwawan Siswantoro, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM SISTEM DEMOKRASI INDONESIA Irwawan Siswantoro, Muhammad
Jurnal Pendidikan DEWANTARA: Media Komunikasi, Kreasi dan Inovasi Ilmiah Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan DEWANTARA: Media Komunikasi, Kreasi, dan Inovasi Ilmiah Pend
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/jpd.v12i1.1161

Abstract

Hubungan antara negara dan warga negara adalah elemen fundamental pada sistem demokrasi Indonesia. Demokrasi bukan hanya menempatkan negara sebagai pemegang kekuasaan, tetapi juga menegaskan peran warga negara sebagai subjek aktif dalam kehidupan berbangsa serta bernegara. Tujuan penulisan artikel adalah guna menganalisis konsep hubungan negara dan warga negara dalam sistem demokrasi Indonesia, peran negara dalam menjamin hak-hak warga negara, serta peran dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi. Studi ini memanfaatkan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diambil melalui penelaahan terhadap buku-buku ilmiah, jurnal nasional dan internasional, serta dokumen peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan topik penelitian. Teknik analisis data yang diterapkan yaitu mulai dari mereduksi data, menyajikan data, serta menarik simpulan secara tersistem. Temuan memperlihatkan bahwasanya hubungan negara dan warga negara dalam sistem demokrasi Indonesia bersifat timbal balik serta berlandaskan konstitusi. Negara bertanggung jawab penuh dalam menjamin perlindungan hak asasi manusia dan membuka ruang partisipasi politik warga negara, sementara warga negara berkewajiban melaksanakan hak serta kewajibannya dengan penuh tanggung jawab. Namun demikian, hubungan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya kesadaran hukum, dinamika partisipasi politik, serta pengaruh perkembangan teknologi digital. Dengan demikian, penguatan pendidikan kewarganegaraan dan kesadaran konstitusional adalah strategi penting guna menguatkan demokrasi Indonesia