Pertanian modern menghadapi tantangan besar, termasuk keterbatasan sumber daya alam, perubahan iklim, serta tuntutan peningkatan produktivitas yang berkelanjutan. Salah satu inovasi yang ditawarkan untuk menjawab tantangan tersebut adalah sistem fertigasi berbasis Internet of Things (IoT). Artikel ini membahas pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) tahun 2025 yang mengimplementasikan demplot fertigasi berbasis IoT di Desa Sekuan Makmur, Kalimantan Timur, tentunya kegiatan ini memberikan gambaran pemanfaatan teknologi dalam usaha pertanian berbasis kemitraan bersama masyarakat setempat.lebih jauhpelaksanaan kegiatan ini bertujuan Mewujudkan demonstrasi penerapan fertigasi berbasis Internet of Things sebagai inovasi pertanian presisi modern untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan air, nutrisi tanaman, produktivitas, dan kapasitas petani Desa Sekuan Makmur. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa KKN melakukan perancangan, instalasi, pelatihan, serta monitoring penggunaan sistem fertigasi pada lahan pertanian masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengedepankan aspek implementasi teknologi, partisipasi masyarakat, serta dampak terhadap efisiensi pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem fertigasi berbasis Internet of Things (IoT) memberikan dampak positif yang signifikan terhadap praktik pertanian di Desa Sekuan Makmur. Sistem ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 30 persen melalui pengaturan irigasi dan pemberian nutrisi yang lebih presisi dan terkontrol. Selain itu, penggunaan teknologi IoT terbukti mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual sekitar 30 persen, sehingga menekan biaya operasional petani. Penerapan sistem ini juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas tanaman hortikultura hingga 25 persen. Lebih lanjut, pelaksanaan kegiatan KKN UMKT mendorong peningkatan literasi dan penerimaan masyarakat terhadap teknologi pertanian modern. Artikel ini menegaskan bahwa KKN tidak hanya menjadi media pengabdian masyarakat, tetapi juga wahana transfer teknologi dan pengembangan pertanian berkelanjutan di pedesaan.