Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

A Evaluates Floating Net Cages of Vaname Shrimp (Litopenaeus vannamei) Business Development in Seribu Islands Esa, Moh Fariz Darmawan; Darmawan Esa, M. Fariz; Krisnamurthi, Bayu; Suharno, Suharno
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2022.10.2.280-288

Abstract

Tingginya permintaan udang vaname mendorong pemerintah untuk meningkatkan produksi sehingga dapat bersaing di pasar dunia, tetapi adanya keterbatasan kapasitas pada tambak sehingga dilakukan budidaya udang vaname keramba jaring apung laut. Pendekatan ini memerlukan penilaian kelayakan, baik pada aspek ekonomi, ekologi, maupun sosial. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji kelayakan tersebut. Lokasi penelitian ditetapkan secara purposive di Kepulauan Seribu. Pengambilan data primer dilakukan dengan metode survei dengan teknik wawancara dibantu dengan pertanyaan terstruktur. Pengumpulan data sekunder dilakukan ke instansi seperti Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Analisis yang digunakan adalah analisis finansial dan analisis Rapid Appraisal of Fisheries (RAPFISH). Hasil penelitian menunjukkan pada aspek finansial menunjukkan kriteria B/C rasio masih berada B/C < 1, sehingga tidak layak untuk dijalankan. Pada aspek ekologi dan sosial berdasarkan analisis RAPFISH memiliki kategori cukup berkelanjutan sehingga perlu adanya peningkatan terhadap atribut-atribut yang sensitif. Apabila dibandingkan dengan altenatif usaha lainnya dapat dilihat bahwa opportunity cost yang hilang saat memilih usaha udang vaname yaitu sebesar Rp84.740.000/th. Aspek ekologi dengan aspek sosial dengan nilai indeks keberlanjutan pada kategori cukup berkelanjutan maka dapat dikategorikan layak untuk pengembangan usaha udang vaname keramba jaring apung laut.