Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRANSFORMASI PARADIGMA IOT BERDASARKAN STUDI SISTEMATIS TENTANG PERGESERAN CLOUD KE EDGE INTELLIGENCE 2021-2025 Ari Kurniawan, Aldhi
PROSISKO: Jurnal Pengembangan Riset dan Observasi Sistem Komputer Vol. 13 No. 1 (2026): Prosisko Vol. 13 No. 1 Maret 2026
Publisher : Pogram Studi Sistem Komputer Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/tn40w120

Abstract

Evolusi Internet of Things dalam lima tahun terakhir menunjukkan pergeseran fundamental dari arsitektur terpusat menuju edge computing yang cerdas. Transformasi ini didorong oleh kebutuhan akan latensi rendah, efisiensi energi, dan kemampuan pengambilan keputusan lokal pada perangkat IoT. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara komprehensif transformasi paradigma IoT melalui analisis tren penelitian, evaluasi dampak konvergensi teknologi, dan perumusan rekomendasi kebijakan. Penelitian ini menganalisis 50 publikasi ilmiah yang diseleksi secara ketat dari 1.500 kandidat pada database IEEE Xplore, Scopus, Web of Science. Melalui pendekatan Systematic literature Review dengan kerangka PRISMA 2020 yang diintegrasikan dengan analisis bibliometrik VOSviewer, studi ini mengidentifikasi tiga transformasi utama dalam IoT kontemporer. Tiga transformasi tersebut terdiri dari Edge AI dengan mengadopsi TinyML meningkat 200%, Konvergensi dari 5G/6G-Blockchain meningkatkan keamanan sebesar 40% melalui zero-trust framework namun dengan trade-off energi 35% lebih tinggi,  dan Fragmentasi Ekosistem di 78% studi akibat ketidakcocokan protokol. Kemudian sektor kesehatan memimpin adopsi 300% pasca pandemi COVID, selain itu diikuti industri CAGR 19.4% dan smart city 35%. Analisis kebijakan merekomendasikan Riset masa depan perlu berfokus pada Green IoT, Cognitive IoT, Quantum IoT, dan Trustworthy IoT. Industri disarankan mengadopsi standar global (Matter Protocol) dan menerapkan zero-trust secara bertahap. Pemerintah perlu mempercepat harmonisasi standar, regulasi berbasis risiko, dan investasi infrastruktur 5G/6G.