Latar belakang: Penerapan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada pilar penghentian buang air sembarangan perlu dikaji untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan perubahan perilaku dalam masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Capaian pilar ini yang masih rendah di sejumlah wilayah menunjukkan perlunya analisis terhadap aspek sosial, ekonomi, dan pengetahuan sebagai upaya meningkatkan efektivitas program STBM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan capaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pilar stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Metode: Penelitian ini mengadopsi desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif melalui survei analitik. Lokasi penelitian berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Semula Jadi, Kota Tanjung Balai, dan dilaksanakan pada bulan April 2025. Populasi penelitian berjumlah 1.489 kepala keluarga, dengan sampel sebanyak 94 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26 yang mencakup analisis distribusi frekuensi serta uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil: Berdasarkan capaian STBM pilar stop BABS, sebanyak 59,6% responden dengan capaian yang kurang baik. Pengetahuan (p = <0,001), sikap (p = <0,001), ketersediaan fasilitas (p = <0,001), peran tenanga kesehatan ( p = 0,002). Kesimpulan: Pengetahuan yang kurang baik, sikap yang negatif, ketersediaan fasilitas dan peran tenaga kesehatan berhubungan terhadap capaian STBM pilar stop BABS.