Keanekaragaman tanaman obat di Indonesia yang sangat banyak menjadikannya sebagai salah satu sumber industri obat herbal dan kosmetik yang diperhitungkan di dunia. Hal ini mendorong masyarakat dan ilmuan berusaha mencari dan menemukan sumber-sumber tanaman yang dapat dijadikan obat herbal, kosmetik, bumbu masak, bahkan sebagai insektisida. Bangle merupakan salah satu jenis tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional dan untuk mengurangi kutu rambut oleh masyarakat setempat, khususnya di Desa Buntu Babang, Kabupaten Luwu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas ekstrak rimpang bangle (Zingiber cassumunar) sebagai insektisida kutu rambut (Pediculus capitis). Metode penelitian yang dilakukan adalah melalui proses preparasi sampel, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, pengentalan ekstrak menggunakan destilasi, kemudian pengaplikasian ekstrak langsung terhadap kutu rambut pada konsentrasi 4%, 6%, 8% dan 10%. Penelitian dilakukan dengan membagi 150 ekor kutu rambut kedalam lima kelompok masing-masing diberi tiga kali pengulangan: yaitu, kelompok kontrol dengan tidak diberikan penambahan ekstrak rimpang bangle (K0), penambahan ekstrak rimpang bangle sebanyak 2 mL (K1 4%), penambahan ekstrak rimpang bangle sebanyak 3 mL (K2 6%), penambahan ekstrak rimpang bangle 4 mL (K3 8%), dan penambahan ekstrak rimpang bangle sebanyak 5 mL (K4 10%). Hasil penelitian diperoleh secara berturut – turut jumlah kematian kutu rambut sebanyak 0, 15, 20, 22, 27 ekor, sehingga konsentrasi ekstrak yang paling efektif yaitu penambahan ekstrak rimpang bangle 10%.