Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Air Terjun Tukad Bangkung sebagai Daya Tarik Wisata Alam Berbasis Komponen 4A di Desa Pelaga, Kabupaten Badung Prasetya, I Made Purnawan Dharma; Susanti, Putu Herny; Wirawan, Putu Eka
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan Air Terjun Tukad Bangkung sebagai daya tarik wisata alam di Desa Pelaga, Kabupaten Badung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan potensi wisata alam yang dimiliki, khususnya dari aspek pengelolaan, fasilitas, dan aksesibilitas. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengacu pada komponen pengembangan destinasi pariwisata yang meliputi atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan kelembagaan (4A). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Air Terjun Tukad Bangkung memiliki potensi yang dominan pada aspek atraksi, ditandai oleh keaslian lingkungan, keindahan lanskap, serta suasana yang tenang dan alami. Namun demikian, aspek aksesibilitas masih terbatas, amenitas belum memadai, dan kelembagaan pengelolaan belum terstruktur secara optimal. Berdasarkan analisis Tourism Area Life Cycle (TALC), posisi destinasi berada pada tahap involvement, yang mengindikasikan bahwa destinasi telah mulai berkembang, tetapi belum didukung oleh sistem pengelolaan dan fasilitas yang memadai. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa, Air Terjun Tukad Bangkung memiliki potensi yang signifikan untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata alam, namun memerlukan penguatan pada aspek aksesibilitas, amenitas, dan kelembagaan agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan berdaya saing secara optimal di masa mendatang.