Ipong Dekawati
Pascasarjana Universitas Wiralodra

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Manajemen Pendidikan dalam Mewujudkan Sekolah Inklusif Ipong Dekawati
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2026): February-April 2026, Saintek, Soial and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala and Collaboration Yayasan Yusda Edu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sejarah.v11i1.541

Abstract

Pendidikan inklusif di sekolah dasar memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang merangkul keberagaman dan memenuhi kebutuhan semua siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. Keberhasilan implementasi pendidikan inklusif bergantung pada berbagai faktor, termasuk peran manajemen pendidikan, pelatihan guru, keterlibatan orang tua, serta dukungan komunitas. Kepala sekolah memiliki peran sebagai pemimpin visioner yang dapat mendorong terciptanya budaya inklusif melalui kebijakan dan kepemimpinan yang mendukung. Sementara itu, guru yang memiliki pelatihan khusus dapat mengadaptasi metode pembelajaran, manajemen kelas, dan interaksi sosial untuk mengakomodasi kebutuhan beragam siswa. Keterlibatan orang tua dan komunitas juga sangat penting, dengan orang tua memberikan masukan yang berharga melalui partisipasi aktif dalam perencanaan dan evaluasi, serta dukungan dari komunitas yang memperkuat fasilitas dan pelatihan tambahan. Meskipun pelatihan guru dan kebijakan yang mendukung pendidikan inklusif dapat meningkatkan motivasi dan kapasitas pengajaran, tantangan tetap ada, seperti keterbatasan fasilitas dan sumber daya. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang melibatkan kolaborasi antara sekolah, pemerintah, orang tua, dan komunitas sangat penting untuk menciptakan sistem pendidikan inklusif yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif sangat bergantung pada kebijakan yang mendukung, kapasitas guru, keterlibatan orang tua, dan dukungan komunitas yang komprehensif.