Adang Saputra
PEP Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MORFOTEKTONIK KORELASINYA DENGAN TINGKAT KERAWANAN BENCANA GEOLOGI DI WILAYAH KECAMATAN GUNUNG HALU DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BANDUNG BARAT BERBASIS ANALISIS GEOSPASIAL Adang Saputra
Journal PEP Bandung Vol 2 No 2 (2025): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i2.28

Abstract

ABSTRAK              Wilayah Kecamatan Gunung merupakan wilayah yang masuk kawasan Bandung bagian Selatan yang secara geomorfologi wilayah ini merupakan wilayah dengan kemiringan rata-rata landai hingga kasar (terjal). Dengan kondisi geomorfologi ini mengindikasikan bahwa wilayah ini adanya struktur geologi yang menggambarkan adanya sesar-sesar aktif. Sesar-sesar aktif yang ada diwilayah ini diantaranya seperti sesar lokal Celak, jalur sesar Cimandiri, dan sesar Lembang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat aktivitas tektonik dan memetakan zona rawan bencana geologi berupa bencana Gempa bumi dan Gerakan tanah/longsor di daerah penelitian di daerah penelitian. Metode Penelitian meliputi dua kegiatan utama yaitu kegiatan lapangan dan kegiatan laboratorium/studio. Kegiatan lapangan bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi geologi yang ada di lapangan berupa lokasi singkapan, gawir sesar, teras, struktur geologi, bentang alam/geomorfologi kaitannya dengan indikasi tektonik berupa aktifitas pergerakan sesar dan gerakan tanah. Kegiatan laboratorium/studio adalah mengolah dan analisis data diperoleh dari lapangan ataupun hasil interpretasi geomorfologi kuantitatif dari citra Digital Elevation Model (DEM), berupa perbandingan lebar dasar lembah dan tinggi lembah (ratio of veller floor width to valley height), Indeks gradien panjang sungai (stream length – gradient index), dan lengkupan muka pegunungan (Mountain front sinuosity). Hasil analisis morfotektonik yang diperoleh dari perhitungan Sinusitas Muka Gunung (SMF) dengan nilai rata-rata 2, artinya aktivitas tektonik sedang hingga besar di daerah ini. Daerah ini merupakan jalur perbukitan dengan lereng muka berbentuk segitiga (triangular facet) yang diduga merupakan jalur sesar dengan arah hampir barat laut – ke tenggara. Hasil perhitungan perbandingan lebar dasar lembah dan tinggi lembah (Vf) diperoleh nilai Vf berkisar dari 0.3 hingga 1.6. Hal ini memperlihatkan lembah-lembah curam dan sempit yang terbentuk di sepanjang  zona perbukitan segitiga. Nilai Vf sangat kecil artinya sungai-sungai yang terbentuk disepanjang perbukitan segitiga rata-rata memiliki tofografi lembah yang curam dengan lebar lembah yang sempit. Sedangkan dari perhitungan Indeks Gradien Sungai (SL) di daerah penelitian diperoleh nilai SL yang naik perlahan dan mencapai puncak pertama pada elevasi  lebih dari 200m  meter. Nilai puncak  bisa akibat pengaruh dari perbedaan topografi  yang tegas  diperkirakan merupakan gawir sesar. Daerah ini biasanya jika terjadi gempa bumi lebih besar getarannya di banding daerah lainnya, pada daerah ini juga sering terjadi gerakan tanah atau longsor, khususnya pada musing penghujan. Hasil pengolahan dan analisis spasial yang didukung data hasil pengamatan lapangan memperlihatkan bahwa daerah penelitian merupakan kawasan dengan aktivitas tektonik (Gempa bumi) sedang dengan yang rawan bencana gempa sedang (skala Richter 4 s.d. 5). Gerakan tanah dan longsor di daerah penelitian, pada di bagian utara lebih baik atau jarang terjadi gerakan tanah/longsor disbanding bagian selatan daerah penelitian.