Ade Putra
Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Halu Oleo, Kendari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Tridama Mulya Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan Baihaqi Baihaqi; Asrul Asrul; Windayani Windayani; Harmiati Bahar; Ade Putra; Abdi Juryan Ladianto; Amniar Ati; Muhammad Saleh Qadri
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i1.244

Abstract

Desa Tridama Mulya terletak di Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki potensi kelapa yang sangat melimpah. Namun, pemanfaatan oleh masyarakat masih terbatas, karena sebagian besar hanya digunakan untuk konsumsi rumah tangga atau dijual dalam kondisi mentah tanpa melalui proses pengolahan lanjutan. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan warga desa dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), sebuah produk bernilai ekonomi tinggi dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Pelatihan ini diselenggarakan dengan menggunakan metode penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung yang mengedepankan pendekatan partisipatif. Kegiatan tersebut melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kalangan pemuda, dan anggota kelompok tani. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang signifikan dalam pembuatan VCO, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test sebesar rata-rata 81,9%. Dari enam kelompok peserta, lima diantaranya berhasil memproduksi VCO dengan kualitas yang baik. Mayoritas peserta peserta juga memperlihatkan antusiasme tinggi untuk melanjutkan usaha pengolahan VCO secara individu maupun kelompok. Namun beberapa tantangan masih dihadapi seperti keterbatasan peralatan, minimnya pengalaman dalam pemasaran, serta belum terbentuknya kelembagaan usaha. Oleh karena itu, dibutuhkan tindak lanjut berupa pelatihan kewirausahaan, pembekalan strategi pemasaran, dan pengembangan kelembagaan lokal.