Amniar Ati
Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo, Kendari

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : open access driverset

Penguatan Pemahaman Mahasiswa Tentang Budaya Sekolah Melalui Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Amniar Ati; Septianto Aldiansyah; Fitriyani Saudi; Nur Hasanah; Andi Sulia Sudirman; Rahmawati Nurkarima; Nurvianti Nurvianti; Hasni Hasan
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v2i1.477

Abstract

Penguatan kompetensi calon guru tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi ajar dan kompetensi pedagogik, tetapi juga oleh kemampuan memahami budaya sekolah sebagai konteks sosial dan kultural tempat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) menjadi salah satu sarana strategis dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung untuk memahami dinamika kehidupan sekolah, nilai-nilai yang dianut, serta praktik profesional yang berkembang di lingkungan pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai budaya sekolah melalui Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMA Negeri 04 Kendari. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelaksanaan di sekolah, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa; 1) Terjadi peningkatan signifikan pemahaman mahasiswa terhadap aspek artefak budaya sekolah. Skor pemahaman yang semula berada pada kisaran 52%–62% meningkat menjadi 83%–88% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator tradisi sekolah yang dilakukan secara konsisten dalam membangun nilai dan norma. 2) Pada aspek nilai dan norma sekolah, skor pemahaman mahasiswa yang semula berada pada kisaran 53%–56% meningkat menjadi 87%–90% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator pembiasaan karakter sebagai cerminan nilai yang dianut sekolah. 3) Pada aspek asumsi dasar budaya sekolah, skor pemahaman mahasiswa yang semula berada pada kisaran 48%–51% meningkat secara signifikan menjadi 87%–90% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator harapan guru terhadap prestasi siswa. Ke depan, kegiatan PLP perlu terus dikembangkan dengan pendampingan yang lebih intensif dan refleksi terstruktur agar mampu memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap konteks sosial, budaya, dan akademik sekolah secara berkelanjutan.
Penguatan Literasi Kebencanaan Melalui Media Edukasi Berbasis Mini Booth pada Mahasiswa Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo Andi Sulia Sudirman; Amniar Ati; Nur Hasanah
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v2i1.525

Abstract

Tingginya tingkat risiko bencana di Indonesia menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan pemahaman aplikatif dan keterampilan komunikasi dalam konteks kebencanaan. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan menguatkan literasi kebencanaan melalui media edukasi berbasis mini booth pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan desain intervensi edukatif yang melibatkan 92 mahasiswa sebagai subjek kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada tahap persiapan, mahasiswa mampu mengembangkan berbagai media edukasi kebencanaan secara kreatif sesuai tema yang ditetapkan. Pada tahap pelaksanaan, seluruh kelompok berhasil menyajikan materi kebencanaan secara sistematis melalui mini booth interaktif yang disertai diskusi, simulasi, dan permainan edukatif, sehingga meningkatkan keterlibatan peserta. Sementara itu, hasil evaluasi menunjukkan respon positif dari peserta, dengan 67,39% menilai media pembelajaran menarik dan sangat menarik. Stasiun letusan gunung api menjadi booth paling informatif dan kreatif berdasarkan hasil polling. Selain itu, refleksi peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini terutama meningkatkan pemahaman kebencanaan, menambah wawasan baru, serta membuat pembelajaran lebih interaktif dan mendorong kerja sama serta komunikasi. Ke depan, kegiatan ini dapat dikembangkan melalui perluasan tema, penguatan instrumen evaluasi, serta integrasi media mini booth dalam mata kuliah kebencanaan di Program Studi Pendidikan Geografi. Hal ini diharapkan memperkuat keterampilan mahasiswa sebagai calon guru dalam mengembangkan pembelajaran kebencanaan yang kreatif, interaktif, dan kontekstual.