Andi Sulia Sudirman
Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo, Kendari

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Mahasiswa dalam Menyusun Proposal Penelitian Skripsi Universitas Halu Oleo Amniar Ati; Andrias Andrias; Septianto Aldiansyah; Fitriyani Saudi; Nur Hasanah; Andi Sulia Sudirman; Baihaqi Baihaqi; Asrul Asrul; La Ode Nursalam
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i2.319

Abstract

Keterbatasan pemahaman mahasiswa terhadap konsep penelitian dan teknik penyusunan proposal menyebabkan mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Geografi, Administrasi Bisnis, dan Teknologi Pangan mengalami kesulitan dalam menyusun proposal skripsi secara mandiri. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1) mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami mahasiswa dalam menyusun proposal penelitian skripsi dan; 2) memberikan pelatihan peningkatan kompetensi mahasiswa dalam menyusun proposal penelitian skripsi Universitas Halu Oleo. Kegiatan ini melibatkan 30 mahasiswa semester VII dan VIII dari tiga jurusan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam beberapa sesi yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik penyusunan proposal, serta sesi konsultasi individu. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa hambatan utama mahasiswa bersifat internal meliputi: (1) kesulitan merumuskan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian; (2) keterbatasan dalam memahami konsep dasar metodologi penelitian; dan (3) ketidakmampuan menentukan pendekatan penelitian yang sesuai dengan topik kajian. Selain itu, kemampuan penulisan ilmiah mahasiswa yang masih rendah juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menyusun latar belakang, tinjauan pustaka, dan kerangka teoritis secara runtut dan logis. Sedangkan hambatan eksternalnya mencakup keterbatasan akses terhadap referensi ilmiah terbaru seperti jurnal terakreditasi dan buku-referensi sehingga menghambat penyusunan landasan teori dan kajian pustaka. Meskipun demikian, selama proses pelatihan, mahasiswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam pemaparan materi dan diskusi, yang berdampak pada peningkatan pemahaman konseptual serta keterampilan teknis dalam menyusun proposal skripsi. Ke depan, program pelatihan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat budaya riset di kalangan mahasiswa.
Penguatan Kompetensi Penelitian Geospasial Melalui Integrasi Artificial Intelligence (AI) di Jurusan Pendidikan Geografi Andi Sulia Sudirman; Rahmawati Nurkarima; Tahir Tahir
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i2.339

Abstract

Pelatihan teknologi geospasial yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (GeoAI) menjadi salah satu kebutuhan penting dalam meningkatkan kemampuan penelitian mahasiswa pendidikan geografi pada era digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menguatkan kompetensi mahasiswa dalam memahami konsep GeoAI, analisis data spasial berbasis Google Earth Engine, dan visualisasi data kependudukan menggunakan Tableau. Metode yang digunakan adalah pendampingan berbasis praktik dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perkembangan kompetensi peserta, serta penilaian mini project dan evaluasi kepuasan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi mahasiswa pada seluruh aspek penilaian, terutama pada keterampilan teknis pemanfaatan platform GeoAI dan komunikasi informasi spasial melalui dashboard interaktif. Rata-rata skor post-test meningkat menjadi 82,3 atau naik 32 poin dibandingkan skor pre-test sebesar 50,3. Produk mini project yang dihasilkan peserta juga menunjukkan kualitas yang baik dan mampu digunakan sebagai media pemetaan tematik berbasis data. Mahasiswa memberikan respons positif terhadap kesesuaian materi, kejelasan penyampaian, dan kebermanfaatan kegiatan sehingga pelatihan dinilai relevan dengan kebutuhan penelitian mereka. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan literasi GeoAI dan kesiapan mahasiswa dalam mengembangkan penelitian geospasial modern. Ke depan, dibutuhkan program lanjutan yang lebih intensif dan berkelanjutan untuk memperkuat penguasaan teknologi dan memperluas implementasinya dalam pembelajaran geografi.
Penguatan Pemahaman Mahasiswa Tentang Budaya Sekolah Melalui Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Amniar Ati; Septianto Aldiansyah; Fitriyani Saudi; Nur Hasanah; Andi Sulia Sudirman; Rahmawati Nurkarima; Nurvianti Nurvianti; Hasni Hasan
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v2i1.477

Abstract

Penguatan kompetensi calon guru tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi ajar dan kompetensi pedagogik, tetapi juga oleh kemampuan memahami budaya sekolah sebagai konteks sosial dan kultural tempat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) menjadi salah satu sarana strategis dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung untuk memahami dinamika kehidupan sekolah, nilai-nilai yang dianut, serta praktik profesional yang berkembang di lingkungan pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai budaya sekolah melalui Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMA Negeri 04 Kendari. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelaksanaan di sekolah, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa; 1) Terjadi peningkatan signifikan pemahaman mahasiswa terhadap aspek artefak budaya sekolah. Skor pemahaman yang semula berada pada kisaran 52%–62% meningkat menjadi 83%–88% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator tradisi sekolah yang dilakukan secara konsisten dalam membangun nilai dan norma. 2) Pada aspek nilai dan norma sekolah, skor pemahaman mahasiswa yang semula berada pada kisaran 53%–56% meningkat menjadi 87%–90% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator pembiasaan karakter sebagai cerminan nilai yang dianut sekolah. 3) Pada aspek asumsi dasar budaya sekolah, skor pemahaman mahasiswa yang semula berada pada kisaran 48%–51% meningkat secara signifikan menjadi 87%–90% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator harapan guru terhadap prestasi siswa. Ke depan, kegiatan PLP perlu terus dikembangkan dengan pendampingan yang lebih intensif dan refleksi terstruktur agar mampu memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap konteks sosial, budaya, dan akademik sekolah secara berkelanjutan.
Penguatan Literasi Kebencanaan Melalui Media Edukasi Berbasis Mini Booth pada Mahasiswa Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo Andi Sulia Sudirman; Amniar Ati; Nur Hasanah
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v2i1.525

Abstract

Tingginya tingkat risiko bencana di Indonesia menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan pemahaman aplikatif dan keterampilan komunikasi dalam konteks kebencanaan. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan menguatkan literasi kebencanaan melalui media edukasi berbasis mini booth pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan desain intervensi edukatif yang melibatkan 92 mahasiswa sebagai subjek kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada tahap persiapan, mahasiswa mampu mengembangkan berbagai media edukasi kebencanaan secara kreatif sesuai tema yang ditetapkan. Pada tahap pelaksanaan, seluruh kelompok berhasil menyajikan materi kebencanaan secara sistematis melalui mini booth interaktif yang disertai diskusi, simulasi, dan permainan edukatif, sehingga meningkatkan keterlibatan peserta. Sementara itu, hasil evaluasi menunjukkan respon positif dari peserta, dengan 67,39% menilai media pembelajaran menarik dan sangat menarik. Stasiun letusan gunung api menjadi booth paling informatif dan kreatif berdasarkan hasil polling. Selain itu, refleksi peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini terutama meningkatkan pemahaman kebencanaan, menambah wawasan baru, serta membuat pembelajaran lebih interaktif dan mendorong kerja sama serta komunikasi. Ke depan, kegiatan ini dapat dikembangkan melalui perluasan tema, penguatan instrumen evaluasi, serta integrasi media mini booth dalam mata kuliah kebencanaan di Program Studi Pendidikan Geografi. Hal ini diharapkan memperkuat keterampilan mahasiswa sebagai calon guru dalam mengembangkan pembelajaran kebencanaan yang kreatif, interaktif, dan kontekstual.
Penguatan Pemahaman Mahasiswa Tentang Budaya Sekolah Melalui Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Amniar Ati; Septianto Aldiansyah; Fitriyani Saudi; Nur Hasanah; Andi Sulia Sudirman; Rahmawati Nurkarima; Nurvianti Nurvianti; Hasni Hasan
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v2i1.477

Abstract

Penguatan kompetensi calon guru tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi ajar dan kompetensi pedagogik, tetapi juga oleh kemampuan memahami budaya sekolah sebagai konteks sosial dan kultural tempat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) menjadi salah satu sarana strategis dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung untuk memahami dinamika kehidupan sekolah, nilai-nilai yang dianut, serta praktik profesional yang berkembang di lingkungan pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai budaya sekolah melalui Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMA Negeri 04 Kendari. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelaksanaan di sekolah, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa; 1) Terjadi peningkatan signifikan pemahaman mahasiswa terhadap aspek artefak budaya sekolah. Skor pemahaman yang semula berada pada kisaran 52%–62% meningkat menjadi 83%–88% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator tradisi sekolah yang dilakukan secara konsisten dalam membangun nilai dan norma. 2) Pada aspek nilai dan norma sekolah, skor pemahaman mahasiswa yang semula berada pada kisaran 53%–56% meningkat menjadi 87%–90% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator pembiasaan karakter sebagai cerminan nilai yang dianut sekolah. 3) Pada aspek asumsi dasar budaya sekolah, skor pemahaman mahasiswa yang semula berada pada kisaran 48%–51% meningkat secara signifikan menjadi 87%–90% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator harapan guru terhadap prestasi siswa. Ke depan, kegiatan PLP perlu terus dikembangkan dengan pendampingan yang lebih intensif dan refleksi terstruktur agar mampu memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap konteks sosial, budaya, dan akademik sekolah secara berkelanjutan.
Penguatan Literasi Kebencanaan Melalui Media Edukasi Berbasis Mini Booth pada Mahasiswa Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo Andi Sulia Sudirman; Amniar Ati; Nur Hasanah
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v2i1.525

Abstract

Tingginya tingkat risiko bencana di Indonesia menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan pemahaman aplikatif dan keterampilan komunikasi dalam konteks kebencanaan. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan menguatkan literasi kebencanaan melalui media edukasi berbasis mini booth pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan desain intervensi edukatif yang melibatkan 92 mahasiswa sebagai subjek kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada tahap persiapan, mahasiswa mampu mengembangkan berbagai media edukasi kebencanaan secara kreatif sesuai tema yang ditetapkan. Pada tahap pelaksanaan, seluruh kelompok berhasil menyajikan materi kebencanaan secara sistematis melalui mini booth interaktif yang disertai diskusi, simulasi, dan permainan edukatif, sehingga meningkatkan keterlibatan peserta. Sementara itu, hasil evaluasi menunjukkan respon positif dari peserta, dengan 67,39% menilai media pembelajaran menarik dan sangat menarik. Stasiun letusan gunung api menjadi booth paling informatif dan kreatif berdasarkan hasil polling. Selain itu, refleksi peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini terutama meningkatkan pemahaman kebencanaan, menambah wawasan baru, serta membuat pembelajaran lebih interaktif dan mendorong kerja sama serta komunikasi. Ke depan, kegiatan ini dapat dikembangkan melalui perluasan tema, penguatan instrumen evaluasi, serta integrasi media mini booth dalam mata kuliah kebencanaan di Program Studi Pendidikan Geografi. Hal ini diharapkan memperkuat keterampilan mahasiswa sebagai calon guru dalam mengembangkan pembelajaran kebencanaan yang kreatif, interaktif, dan kontekstual.