Nur Hasanah
Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo, Kendari

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : open access driverset

Penguatan Pemahaman Mahasiswa Tentang Budaya Sekolah Melalui Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Amniar Ati; Septianto Aldiansyah; Fitriyani Saudi; Nur Hasanah; Andi Sulia Sudirman; Rahmawati Nurkarima; Nurvianti Nurvianti; Hasni Hasan
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v2i1.477

Abstract

Penguatan kompetensi calon guru tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi ajar dan kompetensi pedagogik, tetapi juga oleh kemampuan memahami budaya sekolah sebagai konteks sosial dan kultural tempat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) menjadi salah satu sarana strategis dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung untuk memahami dinamika kehidupan sekolah, nilai-nilai yang dianut, serta praktik profesional yang berkembang di lingkungan pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai budaya sekolah melalui Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMA Negeri 04 Kendari. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelaksanaan di sekolah, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa; 1) Terjadi peningkatan signifikan pemahaman mahasiswa terhadap aspek artefak budaya sekolah. Skor pemahaman yang semula berada pada kisaran 52%–62% meningkat menjadi 83%–88% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator tradisi sekolah yang dilakukan secara konsisten dalam membangun nilai dan norma. 2) Pada aspek nilai dan norma sekolah, skor pemahaman mahasiswa yang semula berada pada kisaran 53%–56% meningkat menjadi 87%–90% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator pembiasaan karakter sebagai cerminan nilai yang dianut sekolah. 3) Pada aspek asumsi dasar budaya sekolah, skor pemahaman mahasiswa yang semula berada pada kisaran 48%–51% meningkat secara signifikan menjadi 87%–90% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator harapan guru terhadap prestasi siswa. Ke depan, kegiatan PLP perlu terus dikembangkan dengan pendampingan yang lebih intensif dan refleksi terstruktur agar mampu memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap konteks sosial, budaya, dan akademik sekolah secara berkelanjutan.
Penguatan Pemahaman Wawasan Nusantara Siswa Melalui Pemanfaatan Media Peta Indonesia di SD Negeri 1 Woitombo Nur Hasanah; Laode Muhamad Irsan; Tahir Tahir; Septianto Aldiansyah; Nurvianti Nurvianti
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v2i1.520

Abstract

Pemahaman konsep Wawasan Nusantara pada siswa sekolah dasar memerlukan pendekatan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah pemanfaatan media peta Indonesia sebagai sarana visual yang membantu siswa memahami kondisi geografis dan keragaman wilayah Indonesia secara lebih konkret. Penggunaan media tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai Wawasan Nusantara melalui pemanfaatan media peta Indonesia sebagai sarana pembelajaran di SD Negeri 1 Woitombo, Kabupaten Kolaka Timur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan menggunakan metode pembelajaran partisipatif dengan pendekatan kontekstual yang melibatkan 20 siswa kelas V dan VI SD Negeri 1 Woitombo. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi efektivitas program menunjukkan bahwa pemanfaatan media peta Indonesia mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai Wawasan Nusantara. Evaluasi efektivitas program menunjukkan bahwa pemanfaatan media peta Indonesia berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang Wawasan Nusantara. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 63,55 pada pre-test menjadi 77,15 pada post-test dengan N-Gain sebesar 0,37 (kategori sedang). Selain itu, terjadi penurunan jumlah siswa pada kategori pemahaman rendah dan peningkatan pada kategori tinggi. Respons siswa yang positif juga menunjukkan bahwa program diterima dengan baik dan mendukung keterlibatan peserta dalam pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa program telah berjalan secara efektif dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Keberlanjutan penggunaan media peta Indonesia dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar perlu terus didorong sebagai upaya mendukung pemahaman siswa tentang wilayah Indonesia dan memperkuat wawasan nusantara melalui pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Penguatan Literasi Kebencanaan Melalui Media Edukasi Berbasis Mini Booth pada Mahasiswa Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo Andi Sulia Sudirman; Amniar Ati; Nur Hasanah
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v2i1.525

Abstract

Tingginya tingkat risiko bencana di Indonesia menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan pemahaman aplikatif dan keterampilan komunikasi dalam konteks kebencanaan. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan menguatkan literasi kebencanaan melalui media edukasi berbasis mini booth pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan desain intervensi edukatif yang melibatkan 92 mahasiswa sebagai subjek kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada tahap persiapan, mahasiswa mampu mengembangkan berbagai media edukasi kebencanaan secara kreatif sesuai tema yang ditetapkan. Pada tahap pelaksanaan, seluruh kelompok berhasil menyajikan materi kebencanaan secara sistematis melalui mini booth interaktif yang disertai diskusi, simulasi, dan permainan edukatif, sehingga meningkatkan keterlibatan peserta. Sementara itu, hasil evaluasi menunjukkan respon positif dari peserta, dengan 67,39% menilai media pembelajaran menarik dan sangat menarik. Stasiun letusan gunung api menjadi booth paling informatif dan kreatif berdasarkan hasil polling. Selain itu, refleksi peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini terutama meningkatkan pemahaman kebencanaan, menambah wawasan baru, serta membuat pembelajaran lebih interaktif dan mendorong kerja sama serta komunikasi. Ke depan, kegiatan ini dapat dikembangkan melalui perluasan tema, penguatan instrumen evaluasi, serta integrasi media mini booth dalam mata kuliah kebencanaan di Program Studi Pendidikan Geografi. Hal ini diharapkan memperkuat keterampilan mahasiswa sebagai calon guru dalam mengembangkan pembelajaran kebencanaan yang kreatif, interaktif, dan kontekstual.