Suarni
Program Studi Profesi Ners, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN POTATO (PROGRAM KEGIATAN TANAMAN OBAT KELUARGA) DI AREA PUSKESMAS BELAWA Andi Tilka Muftiah Ridjal; Suarni; Musliyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v3i2.384

Abstract

Latar belakang: Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. TOGA pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Tujuan: kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan memberikan contoh pada instansi-instansi lain (kantor camat, pemadam kebakaran, dan koramil) dan kelompok masyarakat dalam bentuk kegiatan penanaman TOGA di area Puskesmas Belawa. Metode: Metode Service Learning (SL) diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, yakni metode pembelajaran yang memberikan penekanan pada aspek praktis dengan mengacu pada konsep Experiental Learning, yaitu penerapan pengetahuan perkuliahan dan interaksi di masyarakat untuk memecahkan masalah. Hasil: Hasil kegiatan ini ditunjukkan dengan tertanamnya TOGA di area Puskesmas Belawa, sehingga setiap pengunjung puskesmas dapat tersosialisasikan dan memanfaatkan TOGA. Kesimpulan: Adanya pusat TOGA dapat mendorong masyarakat untuk mencontoh dan memanfaatkan tanaman tersebut sebagai upaya dalam meningkatkan kesehatan dan melestarikan lingkungan hidup.
EDUKASI KANDUNGAN GIZI BAHAN PANGAN LOKAL UNTUK MEMBUAT MPASI DI DUSUN TOMPO BALANG, DESA JOMBE, KEC.TURATEA, KAB. JENEPONTO Suarni; Kamariana; Esse Puji Pawenrusi; Marice Popla
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v3i2.385

Abstract

Latar Belakang; Stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan berkembang yang dialami oleh anak. MP ASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi sejak usianya 6 bulan sebagai pelengkap ASI. Pembuatan MP ASI dapat menggunakan bahan pangan local yang dihasilkan dari hasil pertanian keluarga karena lebih murah dari segi biaya. Olehnya itu Ibu perlu diberikan edukasi tentang pengolahan dan kandungan gizi pangan local yang dapat digunakan dalam pembuatan MP ASI. Tujuan; Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang pentingnya MPASI, dan cara pembuatan MPASI yang tepat, murah, dan bergizi berbasis pangan lokal untuk mencegah terjadinya stunting pada anak. Metode; Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan, yang diberikan kepada 16 orang ibu di dusun Tompobalang, desa Jombe. Sebelum kegiatan ibu diberikan pre test, kemudian ibu diberikan edukasi tentang MP ASI dan pemanfaatan pangan lokal dalam membuat MP ASI. Setelah penyuluhan, dilakukan evaluasi post-tes. Hasil; Evaluasi pre test menunjukkan ibu dengan pengetahuan cukup sebanyak 14 0rang (75 %) dan ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 4 orang (25 %). Setelah penyuluhan dilakukan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu yaitu ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 14 orang (85 %) dan ibu dengan pengetahuan kurang 2 orang (15 %). Simpulan; Edukasi tentang MP ASI dan pengolahan MP ASI dari bahan local perlu dilakukan secara rutin untuk menambah pengetahuan ibu dalam memilih dan memanfaatkan bahan pangan local yang tepat dalam menyiap kan MP ASI yang bergizi bagi anak.
EDUKASI DAN GERAKAN MAKAN IKAN DENGAN OLAHAN BAKSO UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA BULULOE KABUPATEN JENEPONTO Esse Puji Pawenrusi; Kamariana; Suarni; Andi Indah Fajrina; Viralin Abas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v3i2.388

Abstract

Latar belakang: Gerakan makan ikan merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan konsumsi ikan Indonesia. Konsumsi ikan dengan kandungan protein merupakan upaya untuk pencegahan stunting. Tujuan: kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pentingnya konsumsi ikan dan Gerakan makan ikan dengan olahan bakso dalam upaya pencegahan stunting. Metode: kegiatan berupa pemberian edukasi melalui penyuluhan pada ibu yang memiliki anak usia sekolah Dasar dan pemberian olahan bakso berbahan dasar ikan sebanyak 14 ibu di Desa Bululoe kabupaten Jeneponto. Hasil: menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan. usia anak mulai diberi makan ikan paling banyak kategori usia 1-3 tahun sebanyak 6 orang (43%), Sebagian besar ibu tidak pernah mengolah ikan dalam bentuk camilan sebanyak 12 orang (85.7%), anak yang tidak gemar makan ikan Sebagian besar disebabkan karena tidak suka baunya dan tidak suka rasanya masing-masing 5 orang (35.7%) dan semua responden dan anak menyukai rasa olahan bakso dari ikan (100%). Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan setelah pemberian edukasi berupa penyuluhan, serta semua menyukai olahan bakso berbahan dasar ikan.
CEGAH ISPA MELALUI PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA BANNER DAN LEAFLET Suarni; Sulaiman; Gebi Adisti; Andi Ayumar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.596

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu faktor utama tingginya kasus ISPA adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Penyuluhan dengan menggunakan media edukatif seperti banner dan leaflet dinilai efektif dalam membantu meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini.